23 Gerai KDKMP di Kota Langsa Rampung, 15 Koperasi Sudah Beroperasi

Kamis, 03 September 2026 18:38 WIB
Gerai KDKMP Gampong Jawa di Kota Langsa, Aceh. (IDNVoice/Disperindagkop UKM Kota Langsa)
Gerai KDKMP Gampong Jawa di Kota Langsa, Aceh. (IDNVoice/Disperindagkop UKM Kota Langsa)

IDNVoice.com - Sebanyak 23 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Langsa, Provinsi Aceh, telah selesai dibangun dan siap digunakan untuk mendukung kegiatan usaha koperasi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Langsa Harris Gusnally mengatakan terdapat 66 KDKMP yang telah terbentuk dan memiliki badan hukum di wilayah tersebut.

Jumlah itu sesuai dengan total desa yang tersebar di lima kecamatan di Kota Langsa.

"Dari 66 KDMP tersebut, sebanyak 23 KDMP di antaranya sudah memiliki gerai dan siap digunakan untuk menjalankan usaha. Selebihnya, atau 43 KDMP lainnya tidak memiliki lahan untuk pembangunan gerai," kata Harris Gusnally pada Rabu, 2 September 2026.

Meski 23 gerai telah rampung, Harris mengatakan seluruhnya belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan. Sejumlah gerai masih menunggu aturan dari pemerintah pusat, termasuk terkait masuknya manajer maupun proses lainnya.

15 KDKMP Mulai Jalankan Usaha

Di tengah proses tersebut, sebanyak 15 KDKMP di Kota Langsa saat ini sudah menjalankan operasional usaha. Namun, kegiatan usaha yang dilakukan masih terbatas pada penjualan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan telur.

"KDMP yang sudah menjalankan usahanya, sebagian besarnya bekerja sama dengan Bulog sebagai Rumah Pangan Kita atau RKP. Sebagai RPK, KDMP tersebut menyalurkan beras SPHP, Minyak Kita, dan telur dari Bulog," katanya.

Kerja sama dengan Bulog melalui skema Rumah Pangan Kita (RPK) menjadi salah satu bentuk kegiatan usaha yang telah dijalankan KDMP di Kota Langsa. Melalui kerja sama tersebut, koperasi turut menyalurkan sejumlah kebutuhan pangan kepada masyarakat.

Sementara itu, KDKMP yang belum menjalankan kegiatan usaha masih menghadapi sejumlah kendala. Harris menyebut persoalan tersebut antara lain berkaitan dengan modal usaha, sumber daya manusia, serta fasilitas pendukung usaha koperasi lainnya.

Pemerintah Kota Langsa, kata dia, terus mendorong seluruh KDKMP agar dapat menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan tujuan pembentukannya.

Ia menilai pembentukan koperasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat di tingkat desa.

"Kami juga berharap semua kendala KDMP dalam menjalankan usaha bisa teratasi seperti pelatihan dan pendampingan dapat diberikan kepada pengurus dan pengelola. Termasuk dukungan permodalan, sehingga KDMP dapat menjalankan usahanya," kata Harris Gunally.

Dengan dukungan pelatihan, pendampingan, permodalan, serta fasilitas yang memadai, seluruh KDKMP di Kota Langsa diharapkan secara bertahap mampu mengembangkan kegiatan usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid