17 SPPG di Sampang Disetop Sementara, Layanan MBG Dialihkan ke Dapur Terdekat

Rabu, 02 September 2026 15:46 WIB
Salah satu aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gratis (SPPG) di Sampang, Madura, Jawa Timur. (IDNVoice/Prokompim)
Salah satu aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gratis (SPPG) di Sampang, Madura, Jawa Timur. (IDNVoice/Prokompim)

IDNVoice.com - Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menargetkan proses pembenahan terhadap 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera rampung. Penataan mencakup perbaikan infrastruktur, evaluasi tata letak dapur, hingga penyesuaian manajemen.

Meski operasional 17 SPPG tersebut dihentikan sementara selama proses pembenahan, Satgas MBG memastikan distribusi makanan bergizi kepada para siswa tetap berjalan. Pemerintah daerah telah menyiapkan skema pengalihan layanan untuk mencegah terjadinya kekosongan pelayanan.

Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanto, mengatakan pembenahan dilakukan secara menyeluruh. Selain penataan fasilitas, langkah tersebut juga mencakup mutasi kepala SPPG dan kebutuhan relokasi sejumlah dapur.

"Untuk menjaga kelancaran program, pemerintah daerah telah menyiapkan strategi mitigasi komprehensif dengan mengalihkan cakupan layanan dari SPPG yang disuspensi ke dapur SPPG terdekat yang masih aktif," katanya pada Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Sudarmanto, pengalihan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penghentian sementara operasional tidak berdampak terhadap penerima manfaat MBG.

Melalui skema tersebut, cakupan penerima dari SPPG yang sedang ditata akan dialihkan kepada dapur terdekat yang masih beroperasi. Dengan demikian, distribusi makanan kepada siswa tetap dapat dilakukan sembari proses pembenahan fasilitas berlangsung.

Satgas MBG Sampang menilai penataan diperlukan untuk memastikan setiap SPPG memenuhi standar operasional, baik dari sisi infrastruktur maupun manajemen. Evaluasi tata letak juga dilakukan agar aktivitas dapur dapat berjalan lebih tertib dan mendukung pemenuhan aspek keamanan serta kualitas makanan.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh proses pembenahan, termasuk evaluasi layout, penyesuaian manajemen, dan kebutuhan relokasi, dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga 17 SPPG tersebut kembali beroperasi.

Selama masa penataan, Satgas memastikan rantai pasok dan pemenuhan gizi siswa tetap menjadi prioritas. Pengalihan layanan ke SPPG terdekat diharapkan menjadi solusi sementara agar program MBG tetap berjalan tanpa mengurangi hak penerima manfaat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid