Rektorat dan Mahasiswa Unsoed Sampaikan Sikap Tolak MBG dan KDKMP

Selasa, 23 Juni 2026 00:28 WIB
Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq membacakan pernyataan sikap di depan gedung Rektorat Unsoed pada Senin, 22 Juni 2026. (Kompas)
Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq membacakan pernyataan sikap di depan gedung Rektorat Unsoed pada Senin, 22 Juni 2026. (Kompas)

IDNVoice.com - Jajaran rektorat bersama mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, menyatakan sikap menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pernyataan tersebut disampaikan dalam aksi penyampaian aspirasi mahasiswa di depan Gedung Rektorat Unsoed pada Senin, 22 Juni 2026. Sikap penolakan itu menjadi salah satu poin dalam pernyataan yang dibacakan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq setelah menemui massa mahasiswa yang menggelar unjuk rasa.

Aksi tersebut awalnya berlangsung dengan penyampaian orasi dan dialog antara mahasiswa dengan jajaran rektorat. Pertemuan itu membahas sejumlah isu, termasuk keterlibatan salah satu mahasiswa Unsoed dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam dialog tersebut, melansir mahasiswa kemudian menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak kampus. Pada akhir pertemuan, mahasiswa mendesak rektor untuk menandatangani sekaligus membacakan pernyataan sikap yang telah disiapkan.

Rektorat bersama mahasiswa kemudian menyampaikan sikap tersebut sebagai bentuk respons terhadap berbagai kebijakan yang dinilai menjadi perhatian civitas akademika Unsoed. Berikut pernyataan sikapnya:

  1. Kami menegaskan bahwa keterlibatan individu dalam kegiatan tersebut tidak dapat serta merta dipahami sebagai representasi sikap mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman maupun gerakan mahasiswa secara kolektif. 
  2. Kami menolak segala bentuk kooptasi maupun kompromi politik yang menjadikan mahasiswa sebagai instrumen pencitraan kekuasaan di tengah berbagai persoalan bangsa yang hingga kini masih menuntut penyelesaian secara serius.
  3. Kami menolak dengan keras program makan bergizi gratis dan Koperasi Merah Putih yang secara terang-terangan memangkas dana pendidikan, kesehatan, APBN dan pada akhirnya merugikan rakyat.
  4. Pernyataan ini tidak ditujukan untuk menghakimi atau menyerang individu tertentu. Sikap kami diarahkan pada prinsip bahwa independensi gerakan mahasiswa harus dijaga dari segala bentuk kepentingan politik praktis yang dapat mengikis kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa. Mendesak pihak rektorat Universitas Jenderal Soedirman untuk menyampaikan klarifikasi dan pertanggungjawaban terbuka atas proses penunjukan dan keterlibatan mahasiswa dalam agenda kunjungan kerja bersama Wakil Presiden kepada sivitas akademika dan publik, serta sikap rektor terhadap keberpihakan terhadap tuntutan mahasiswa terhadap program tersebut.
  5. Tidak akan adanya program makan bergizi gratis (MBG) dan koperasi desa merah putih ke Universitas Jenderal Sudirman.

“Ini sikap bersama mahasiswa, tapi kalau posisinya tetap bahwa perguruan tinggi itu di Tri Dharma, eggak bisa melebihi dari dari itu,” kata Sodiq saat dimintai konfirmasi mengenai pernyataan sikap yang dibacakan dikutip dari Kompas pada Senin, 22 Juni 2026. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid