IDNVoice.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang menggagas program Sinau Perkuat Literasi Digital (SAPULIDI) untuk membekali pelajar Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16 dengan kemampuan literasi digital sekaligus melindungi mereka dari berbagai konten negatif di ruang digital, seperti judi online (judol), hoaks, dan penyalahgunaan teknologi lainnya.
Kepala Diskominfo Kota Malang, Nur Widianto, mengatakan program SAPULIDI dirancang sebagai bagian dari upaya penguatan literasi digital bagi para pelajar Sekolah Rakyat.
"SAPULIDI memiliki makna spirit sapu yang menyapu hal negatif, dalam hal konteks ini adalah judol, hoaks, dan lain-lain. Ini (SAPULIDI) merupakan bagian dari penguatan literasi digital pelajar Sekolah Rakyat," kata Widianto di Kota Malang pada Jumat, 19 Juni 2026.
Menurutnya, program tersebut difokuskan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai berbagai risiko dan dampak buruk dari paparan konten negatif di dunia digital yang semakin mudah diakses. Melalui SAPULIDI, para pelajar diharapkan mampu membangun pola pikir kritis, meningkatkan kesadaran digital, serta memiliki sikap yang lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi informasi secara bertahap.
"Pelajar Sekolah Rakyat membutuhkan sarana prasarana penunjang, sehingga kami perlu hadir sesuai dengan kapasitas yang ada," ujarnya.
Tidak hanya membahas bahaya judi online dan hoaks, Diskominfo Kota Malang juga memasukkan sejumlah materi penting lainnya ke dalam kurikulum edukasi SAPULIDI. Materi tersebut meliputi pengenalan dasar coding, pemahaman tentang kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), hingga pengetahuan mengenai persandian dan keamanan digital.
Widianto menilai materi-materi tersebut penting untuk membangun fondasi keterampilan teknologi informasi sejak dini, sehingga para siswa memiliki bekal yang lebih baik ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurut dia, penguasaan teknologi digital akan membuka lebih banyak peluang bagi para pelajar, terutama bagi mereka yang bercita-cita berkarier di sektor teknologi, industri kreatif, maupun lembaga keamanan negara. Ia berharap program SAPULIDI tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi digital siswa saat ini, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masa depan mereka.
Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, Diskominfo Kota Malang berkomitmen terus memperkuat koordinasi dengan pihak SRMP 16, khususnya terkait penyesuaian jadwal pelaksanaan kegiatan.
"Pelaksanaan pertama Kamis (18 Juni 2026), tetapi sementara ini kami belum bisa menetapkan satu minggu diselenggarakan berapa kali, karena harus berkomunikasi dengan kepala sekolah kapan bisa masuk lagi," tuturnya.
Melalui SAPULIDI, Pemerintah Kota Malang berharap para pelajar Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang aktif, tetapi juga mampu memanfaatkan ruang digital secara aman, produktif, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. [DR]