Google Cloud Perkenalkan Agen AI Gemini, Bisa Coding hingga Mengelola Pekerjaan Otomatis

Sabtu, 10 Oktober 2026 11:22 WIB
Ilustras: Logo Gemini at Work resmi dari Google. (IDNVoice/Google)
Ilustras: Logo Gemini at Work resmi dari Google. (IDNVoice/Google)

IDNVoice.com – Google Cloud memperkenalkan versi baru Gemini berbasis agen kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan melalui satu kolom prompt. Teknologi ini dapat digunakan untuk mengolah informasi, menjawab pertanyaan, membuat konten, menulis kode, hingga menjalankan tugas secara mandiri.

CEO Google Cloud Thomas Kurian mengatakan, Gemini dikembangkan untuk memahami konteks bisnis dan terhubung dengan berbagai sistem kerja perusahaan sehingga pengguna dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa harus mengatur setiap langkah secara terperinci.

"Gemini memahami konteks bisnis dan mendukung beragam kebutuhan, mulai dari mengolah informasi dan menjawab pertanyaan hingga membuat konten dan coding, semuanya melalui satu kolom prompt," kata Thomas Kurian dalam keterangan resminya pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Menurut Thomas, Gemini dapat merencanakan pekerjaan, memanfaatkan berbagai keterampilan atau skills dan perangkat pendukung (tools), serta terhubung dengan sistem perusahaan. Dengan kemampuan tersebut, Gemini dapat membantu menyelesaikan pekerjaan di dalam dokumen, kotak masuk surat elektronik, hingga lingkungan pengembangan perangkat lunak.

Pengguna cukup menjelaskan hasil yang ingin dicapai tanpa harus memberikan instruksi terperinci untuk setiap tahapan pengerjaan.

Salah satu kemampuan yang diperkenalkan adalah Unified Agent, yang menggabungkan percakapan, penyelesaian tugas secara mandiri, dan pembuatan kode dalam satu antarmuka.

Melalui fitur tersebut, pengguna dapat memberikan tugas kepada Gemini, menjadwalkan pekerjaan, atau mengaturnya agar merespons peristiwa tertentu.

Kemampuan ini memungkinkan AI tidak hanya memberikan jawaban atas pertanyaan, tetapi juga membantu menjalankan rangkaian pekerjaan sesuai instruksi pengguna.

Google Cloud juga menghadirkan Omnipresent Access, yang memungkinkan Gemini diakses melalui berbagai perangkat dan saluran kerja. Pengguna dapat memanfaatkan layanan ini melalui web, ponsel iOS dan Android, komputer Windows dan Mac, serta kanal seperti command line, Google Workspace, Microsoft 365, dan Slack.

Sementara itu, fitur Persistent Execution memungkinkan tugas yang membutuhkan waktu berjam-jam hingga berhari-hari tetap berjalan di cloud meskipun laptop pengguna ditutup.

Dengan demikian, pengerjaan tugas tidak harus terus bergantung pada perangkat yang sedang digunakan.

Google Cloud turut memperkenalkan kemampuan Gemini untuk membentuk tim agen AI sementara guna menangani bagian-bagian pekerjaan tertentu secara paralel maupun berurutan.

Setiap agen memiliki identitas tersendiri dan akses yang dibatasi berdasarkan konteks yang diberikan pengguna atau anggota tim.

Kemampuan Deeply Contextual memungkinkan Gemini memanfaatkan konteks dari perangkat kerja, data, dan riwayat pekerjaan untuk menghasilkan respons yang lebih relevan dengan kebutuhan pengguna.

Selain itu, fitur Choice Flexibility memungkinkan Gemini memilih model AI yang sesuai untuk setiap tugas. Pekerjaan kompleks dapat menggunakan model yang dirancang untuk memberikan akurasi lebih baik, sedangkan tugas sederhana dapat ditangani dengan model yang lebih efisien.

Pendekatan tersebut ditujukan untuk menyesuaikan kebutuhan pemrosesan dengan karakteristik pekerjaan yang dijalankan.

Dalam mendukung produktivitas, Gemini terintegrasi dengan berbagai layanan Google, termasuk Gmail, Drive, Docs, Slides, Sheets, Chat, dan Calendar.

Sebagai asisten pribadi, Gemini dapat memanfaatkan konteks jadwal, tim, proyek, serta dokumen untuk membantu pengguna mengelola pekerjaan sehari-hari, termasuk mengatur rapat.

Fitur delegasi proaktif juga dapat menyarankan pekerjaan yang bisa didelegasikan dan membantu pengguna memprioritaskan email berdasarkan tingkat kepentingannya.

Integrasi tersebut memungkinkan AI membantu pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan perpindahan di antara berbagai aplikasi.

Pengguna bisnis juga dapat memanfaatkan Gemini dalam pengolahan data dan pengembangan machine learning. Teknologi ini mampu menghasilkan kode PySpark, menyediakan notebook untuk menguji kode, melatih model, serta mendiagnosis dan memperbaiki masalah pada pipeline data.

Selain itu, pengguna dapat membuat laporan operasional secara real-time yang terintegrasi dengan BigQuery dan Knowledge Catalog.

Di tengah perluasan kemampuan agen AI dalam mengakses sistem kerja perusahaan, Google Cloud juga menyoroti aspek keamanan dan pengawasan.

Setiap agen memiliki identitas tersendiri dan aktivitasnya tercatat dalam log. Administrator dapat menetapkan izin akses berdasarkan peran, sedangkan aktivitas Gemini dapat dipantau melalui jejak audit.

Gemini juga menjalankan tugas di lingkungan Agent Sandbox. Lalu lintas data melewati Agent Gateway yang menerapkan kebijakan organisasi secara real-time.

Mekanisme tersebut dirancang untuk membantu perusahaan mengendalikan akses agen AI terhadap sistem dan data yang digunakan dalam pelaksanaan tugas.

Dengan kemampuan merencanakan pekerjaan, menjalankan tugas dalam jangka waktu panjang, membagi pekerjaan ke sejumlah agen, serta terhubung dengan aplikasi bisnis, Gemini dikembangkan sebagai asisten AI yang tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu menyelesaikan alur kerja.

Bagi perusahaan, pengembangan ini membuka peluang pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas, mengotomatisasi pekerjaan rutin, dan mendukung pengolahan data. Namun, penerapannya tetap membutuhkan pengaturan akses, pemantauan aktivitas, serta pengawasan agar penggunaan AI sesuai dengan kebijakan organisasi. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid