IDNVoice.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang dipadukan dengan teknologi blockchain dapat menjadi solusi untuk mencegah kebocoran dalam sistem perdagangan nasional sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok.
Pernyataan tersebut disampaikan Nezar saat menerima audiensi Blockchain, Robotics, and Artificial Intelligence Network (BRAIN) IPB University di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat. Menurutnya, digitalisasi yang diterapkan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir akan membuat proses perdagangan lebih transparan, akurat, dan mudah diawasi.
"Kalau bisa dibuat satu sistem perdagangan yang pencatatannya lebih akurat, kita bisa mencegah kebocoran. Produksinya juga bisa lebih baik karena kita dapat mendeteksi titik-titik kehilangan sehingga optimasi bisa dilakukan," kata Nezar dalam keterangannya pada Kamis, 23 Juli 2026.
Nezar menjelaskan, teknologi blockchain mampu menghadirkan sistem pencatatan transaksi yang transparan serta sulit dimanipulasi. Di sisi lain, AI dapat dimanfaatkan untuk memprediksi permintaan pasar, mengoptimalkan proses produksi, hingga meningkatkan efisiensi distribusi barang.
Ia menilai integrasi kedua teknologi tersebut akan memberikan manfaat besar bagi sistem perdagangan nasional, terutama dalam menekan potensi kecurangan dan meningkatkan produktivitas.
Selain itu, Nezar menyoroti masih tingginya biaya yang muncul pada setiap perpindahan data, pembayaran, maupun logistik dalam rantai perdagangan. Karena itu, ia menilai digitalisasi secara menyeluruh menjadi kebutuhan agar proses bisnis berjalan lebih efisien.
"Setiap perpindahan moda ada cost. Pindah ke platform lain, ada cost lagi. Karena itu sekarang arahnya adalah sistem yang seamless, end-to-end, sehingga proses bisnis menjadi lebih efisien," tuturnya.
Menurut Nezar, pendekatan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mempercepat transformasi digital pada sektor-sektor produktif, termasuk agroindustri yang selama ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional.
"Ini bagus dan sesuai juga dengan misi IPB. Teknologi bisa membantu sistem perdagangan menjadi lebih baik, pencatatannya lebih akurat, dan berbagai potensi fraud dapat ditekan," katanya.
Lebih lanjut, Nezar mengapresiasi perhatian kalangan akademisi terhadap perkembangan teknologi mutakhir seperti quantum computing dan blockchain. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan nasional.
"Kita harus terus memasang mata dan telinga terhadap perkembangan teknologi. Yang paling penting adalah bagaimana solusi-solusi digital yang dikembangkan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mendukung program-program strategis nasional," pungkas Nezar. [DR]