IDNVoice.com - PT Siemens Indonesia memberikan hibah perangkat lunak PSS Sincal kepada tujuh universitas di Indonesia sebagai upaya mendukung transformasi sistem tenaga kelistrikan nasional yang lebih tangguh, modern, dan berkelanjutan.
Hibah tersebut diserahkan dalam ajang Siemens Tech Summit 2026 di Jakarta pada Kamis, 18 Juni 2-26.
Presiden Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia, Surya Fitri, mengatakan perangkat lunak PSS Sincal akan menjadi sarana penting bagi dunia pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan sektor ketenagalistrikan di masa depan.
“PSS Sincal adalah software yang mana bisa untuk menganalisa, bahkan mendesain power system, tentunya ini sangat memberi dukungan ke dunia pendidikan,” kata Surya.
Tujuh perguruan tinggi penerima hibah tersebut adalah Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas Trisakti, Universitas Jember, dan Politeknik Negeri Sriwijaya.
Menurut Surya, pemilihan kampus penerima hibah dilakukan berdasarkan sebaran wilayah yang tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, serta kesiapan infrastruktur masing-masing kampus dalam mengoperasikan perangkat lunak tersebut.
Ia menjelaskan, PSS Sincal merupakan program yang dirancang khusus untuk perencanaan, evaluasi, dan optimasi sistem jaringan kelistrikan. Aplikasi ini dapat digunakan untuk menganalisis jaringan distribusi, transmisi, industri, hingga sistem jaringan perpipaan.
Dengan teknologi tersebut, mahasiswa dapat mempelajari perancangan sistem tenaga listrik yang lebih modern, otomatis, serta mampu melakukan perhitungan daya dan tegangan secara lebih cepat dan akurat.
“Perangkat lunak ini akan membantu para mahasiswa untuk membuat sistem tenaga kelistrikan yang lebih otomatis dan bisa menghitung tingkat daya tegangan dengan cepat,” ujarnya.
Tidak hanya memberikan perangkat lunak, Siemens juga menyalurkan hibah berupa workstation kepada kampus penerima. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan pembelajaran, studi kasus, hingga simulasi sistem tenaga listrik yang mendekati kondisi nyata di industri.
Menurut Surya, akses terhadap perangkat lunak industri masih menjadi tantangan bagi banyak institusi pendidikan karena membutuhkan investasi yang tidak sedikit.
“Karena dunia pendidikan sangat jarang mendapatkan kesempatan software. Nah untuk mendapatkan investasi di kampus tidak mudah. Karena itu kami merasa berkewajiban untuk bisa berpartisipasi,” katanya.
Setiap universitas penerima akan memperoleh lisensi perangkat lunak PSS Sincal senilai sekitar Rp100 juta. Ke depan, perangkat tersebut akan diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran pada masing-masing kampus sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh mahasiswa dan dosen.
Sebagai tindak lanjut program tersebut, Siemens juga berencana menggelar kompetisi yang melibatkan mahasiswa dari kampus penerima hibah. Kompetisi ini ditujukan untuk mengukur sejauh mana pemanfaatan PSS Sincal dapat mendorong lahirnya talenta-talenta muda yang mampu berkontribusi dalam transformasi sektor kelistrikan Indonesia.
Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, Siemens berharap penguasaan teknologi ketenagalistrikan modern di kalangan mahasiswa semakin meningkat, sekaligus memperkuat kesiapan SDM nasional dalam menghadapi perkembangan industri energi dan kelistrikan yang terus berkembang. [DR]