Internet Bak Pisau Bermata Dua, Menkomdigi Ajak Anak Muda Bijak Bermedia Digital

Minggu, 14 Juni 2026 23:48 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi)  Meutya Hafid memberikan sambutan dalam acara Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital di Kota Medan, Sumatera Utara pada Sabtu, 13 Juni 2026. (IDNVoice/Humas Kemkomdigi)
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memberikan sambutan dalam acara Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital di Kota Medan, Sumatera Utara pada Sabtu, 13 Juni 2026. (IDNVoice/Humas Kemkomdigi)

IDNVoice.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyerukan kepada generasi muda untuk menjadi duta internet sehat sekaligus benteng terdepan dalam memerangi berbagai bentuk kejahatan digital yang kian marak.

Seruan itu disampaikan Meutya saat menghadiri acara Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (13 Juni 2026), di tengah meningkatnya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, konten provokatif, hingga ancaman siber di ruang digital.

Menurut Meutya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menciptakan ruang digital yang aman dan sehat. Karena sebagian besar aktivitas digital berlangsung di ruang privat, peran aktif masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi sangat penting.

"Adik-adik semua harus menjadi duta-duta internet yang lebih baik dan lebih sehat. Ini bukan pilihan, tapi tanggung jawab kita bersama," tegas Meutya.

Ia menilai perkembangan teknologi digital memang membuka banyak peluang, namun di saat yang sama juga menghadirkan berbagai risiko jika tidak digunakan secara bijak.

"Internet itu pisau bermata dua. Sangat bermanfaat, tetapi sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah atau digunakan tanpa etika," ujarnya.

Meutya menyoroti kondisi ruang digital yang saat ini banyak diwarnai hujatan, fitnah, kebencian, serta informasi palsu. Fenomena tersebut, menurutnya, kerap diperkuat oleh algoritma platform digital yang cenderung mendorong konten kontroversial karena menarik perhatian lebih banyak pengguna.

Selain itu, Menkomdigi juga mengingatkan bahaya ketergantungan berlebihan terhadap media sosial yang dapat membuat generasi muda semakin menjauh dari aktivitas organisasi dan interaksi sosial di dunia nyata.

Padahal, lanjutnya, organisasi dan komunitas merupakan sarana penting untuk membangun daya kritis, kepedulian sosial, serta rasa tanggung jawab kolektif. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid