IDNVoice.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan keterampilan, sertifikasi, informasi lowongan kerja, hingga program pemagangan melalui platform SIAPkerja. Layanan digital ini diharapkan membantu angkatan kerja meningkatkan kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan pasar kerja yang terus berubah.
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Sukro Muhab mengatakan, SIAPkerja menyediakan sejumlah layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan mempersiapkan karier. Layanan tersebut meliputi pelatihan vokasi, BisHub yang memuat program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) tingkat pemula dan lanjutan, SertiHub untuk sertifikasi, KarirHub untuk informasi lowongan kerja, serta MagangHub untuk program pemagangan.
"Pasar kerja terus berubah dengan cepat, dan hanya mereka yang mau belajar serta meningkatkan kompetensi yang akan mampu bertahan dan berkembang," kata Sukro dalam keterangannya pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Karena itu, Sukro mengajak masyarakat, khususnya angkatan kerja, untuk memanfaatkan berbagai fitur dan layanan pelatihan yang tersedia di SIAPkerja. Keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga dapat diterapkan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Selain melalui platform digital, Kemnaker juga memperkuat pelatihan secara langsung. Salah satunya melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Non-Batch 5 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi, Jawa Timur, yang diikuti 68 peserta.
Pelatihan tersebut mencakup lima bidang keterampilan. Sebanyak 18 peserta mengikuti pelatihan Service Sepeda Motor Injeksi, 20 peserta mengikuti Pembuatan Konten Visual untuk Media Sosial, 13 peserta mengikuti Practical Office Tingkat Lanjut, sembilan peserta mengikuti Pembuatan Espresso dan Latte Art, serta delapan peserta mengikuti pelatihan Internet of Things (IoT).
Kegiatan ini juga dilengkapi sesi penguatan pemahaman pasar kerja bersama Tim Pusat Pasar Kerja. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai kebijakan ketenagakerjaan dalam negeri, cara membaca perkembangan pasar kerja, serta langkah mempersiapkan karier agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Peserta kemudian berdiskusi mengenai pemanfaatan Sistem Informasi Pasar Kerja (SIPK) melalui peran Bursa Kerja Khusus (BKK) dan guru bimbingan konseling (BK). Langkah ini ditujukan untuk memperkuat hubungan antara calon tenaga kerja, layanan pelatihan, dan kebutuhan pemberi kerja.
"Diskusi ini bertujuan menghubungkan calon tenaga kerja dengan layanan pelatihan dan kebutuhan pasar kerja," ujar Sukro.
Melalui kombinasi layanan digital dan pelatihan langsung, Kemnaker berharap masyarakat semakin mudah mengakses peningkatan keterampilan dan informasi pekerjaan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan tenaga kerja agar lebih adaptif, kompeten, dan mampu bersaing di tengah perubahan kebutuhan pasar kerja. [DR]