Kemnaker Targetkan 340 Ribu Peserta Vokasi, Kompetensi Disertifikasi BNSP

Rabu, 02 September 2026 14:24 WIB
Kick-off Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Tahun 2026 yang digelar di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten pada Selasa, 1 September 2206. (IDNVoice/Kemnaker)
Kick-off Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Tahun 2026 yang digelar di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten pada Selasa, 1 September 2206. (IDNVoice/Kemnaker)

IDNVoice.com - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menggelar Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Tahun 2026 secara serentak di berbagai daerah. Program tersebut diikuti 12.128 peserta sebagai bagian dari upaya mempersempit kesenjangan keterampilan tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program pelatihan vokasi merupakan bagian dari stimulus ekonomi semester II 2026 sekaligus tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.

"Bapak Presiden mendorong vokasi agar skill gap-nya bisa dikurangi," ujar Menko Airlangga dalam keterangan resmi Kemnaker RI di Jakarta pada Selasa, 1 September 2026.

Menurut Airlangga, kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu terus meningkat seiring transformasi ekonomi. Dua sektor yang menjadi perhatian utama adalah digital dan ekonomi hijau.

Kebutuhan talenta digital diproyeksikan mencapai 2,7 juta orang pada 2030. Sementara di sektor energi terbarukan, perkembangan industri turut menciptakan profesi baru, mulai dari teknisi panel surya, teknisi turbin hingga tenaga dengan keahlian smart farming.

"Jadi ini adalah salah satu yang didorong oleh Bapak Presiden, sehingga retraining dan reskilling di dua sektor unggulan ini menjadi sangat penting," kata dia.

Peserta Dapat Sertifikat Kompetensi BNSP

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan durasi pelatihan disesuaikan dengan jenis kompetensi yang diberikan kepada peserta. Selama mengikuti program, peserta juga memperoleh uang saku dan fasilitas pelatihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Menurut Yassierli, sertifikat tersebut menjadi salah satu bukti kemampuan peserta ketika memasuki pasar kerja sekaligus modal untuk meningkatkan daya saing di hadapan industri.

"Ini yang kita harapkan menjadi daya saing, menjadi sesuatu yang bisa ditunjukkan kepada industri. Ini loh, kemampuan saya. Inilah upaya kita bersama untuk meningkatkan kompetensi anak-anak muda kita," ujar Menaker.

Target 340 Ribu Peserta pada 2026

Untuk memperluas jangkauan program, Kemnaker memperkuat ekosistem pelatihan vokasi melalui 21 Unit Pelaksana Teknis Pusat Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (UPTP BPVP), 13 Satuan Layanan Pelatihan, dan 286 Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Latihan Kerja (UPTD BLK).

Sepanjang 2026, Pelatihan Vokasi Nasional ditargetkan menjangkau 340.000 peserta. Sebanyak 70.000 peserta berasal dari alokasi APBN, sedangkan 270.000 peserta lainnya berasal dari tambahan program stimulus ekonomi semester II 2026.

Pemerintah berharap pelatihan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi mampu membuka akses lebih luas terhadap pekerjaan maupun peluang kewirausahaan.

"Ke depan, Kemnaker terus mengarahkan penyelenggaraan pelatihan agar semakin terhubung dengan kebutuhan pasar kerja. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapan peserta dalam memanfaatkan peluang kerja dan berwirausaha serta mendukung peningkatan produktivitas," ujar Menaker Yassierli.

Dengan penguatan pelatihan vokasi, pemerintah menargetkan semakin banyak tenaga kerja, khususnya generasi muda, memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan industri sekaligus mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid