Profil Sudaryono yang Dilantik Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang

Rabu, 22 Juli 2026 17:29 WIB
Tangkapan layar: Sudaryono diangkat sebagai Kepala BGN pengganti Nanik S Deyang. (IDNVoice/YouTube-Sekretariat Presiden)
Tangkapan layar: Sudaryono diangkat sebagai Kepala BGN pengganti Nanik S Deyang. (IDNVoice/YouTube-Sekretariat Presiden)

IDNVoice.com - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik mantan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu. Penunjukan Sudaryono diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden Prabowo menunjuk Sudaryono untuk menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan.

Prasetyo juga mengungkapkan bahwa Sudaryono dipilih karena sejak awal telah terlibat dalam penyusunan konsep hingga pembahasan teknis Program Makan Bergizi Gratis.

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, lahir di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985. Berasal dari keluarga petani, perjalanan hidupnya menjadi cerminan bahwa pendidikan dan kerja keras mampu mengubah nasib.

Sejak kecil, ia hidup dalam keterbatasan. Orang tuanya bekerja sebagai buruh tani karena tidak memiliki lahan sendiri. Dalam kisah yang ditulis di situs pribadinya, Sudaryono mengenang masa kecilnya yang harus memikul ember air dari sumur desa menuju rumah dengan jarak hampir satu kilometer setiap hari karena desanya mengalami krisis air bersih, terutama saat musim kemarau.

Meski hidup sederhana, semangat belajarnya tidak pernah surut. Setiap selesai salat Subuh, ia membiasakan diri belajar mandiri sebelum berangkat ke sekolah. Ketekunan tersebut membawanya menjadi salah satu siswa berprestasi hingga diterima di SMA Taruna Nusantara dan lulus sebagai lulusan terbaik pada 2003.

Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut ke Jepang melalui beasiswa di Akademi Pertahanan Nasional Jepang pada 2004. Ia menyelesaikan studi Teknik Mesin dan meraih gelar Bachelor of Engineering pada 2009.

Sekembalinya ke Indonesia, Sudaryono melanjutkan pendidikan di Universitas Swiss German, Tangerang, dan meraih gelar ganda Magister Manajemen serta Master of Business Administration (MBA) pada 2018. Ia kemudian menempuh pendidikan doktoral di Institut Pertanian Bogor pada 2020 dan berhasil menyandang gelar doktor di bidang manajemen dan bisnis pada 2025.

Di dunia profesional, Sudaryono memulai karier sebagai asisten pribadi Prabowo Subianto selama lima tahun, yakni sejak 2009 hingga 2014. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Corporate Secretary di Nusantara Energy.

Kariernya terus berkembang. Pada 2018, ia menjabat Direktur Utama Garuda TV, kemudian menjadi Direktur Utama PT Nusantara Telematics System sejak 2019, serta Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma mulai 2020.

Pada 18 Juli 2024, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Wakil Menteri Pertanian. Kini, Sudaryono mendapat amanah baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional untuk mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Selain berkiprah di pemerintahan, Sudaryono juga aktif di dunia politik dan organisasi. Ia pernah menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah serta menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra.

Di sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat, ia aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Tani Merdeka Indonesia (TMI), Pembina DPP Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA), serta Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Dalam berbagai kesempatan bertemu masyarakat, Sudaryono kerap menegaskan pentingnya membangun sektor pertanian yang mandiri demi mewujudkan swasembada pangan, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Pengalamannya menempuh pendidikan di Jepang menjadi salah satu inspirasi dalam melihat bagaimana teknologi mampu mendorong kemajuan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia juga pernah menyoroti reformasi tata kelola pupuk yang dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo. Menurut Sudaryono, sebelum Prabowo menjabat, pengelolaan pupuk melibatkan banyak kementerian, ratusan kepala daerah, serta sekitar 145 aturan. Sistem tersebut kemudian disederhanakan oleh Presiden Prabowo menjadi satu regulasi agar penyaluran pupuk lebih efektif dan mudah diakses petani.

Dengan pengalaman di bidang pertanian, organisasi, serta keterlibatannya sejak awal dalam perancangan Program Makan Bergizi Gratis, Sudaryono kini memikul tanggung jawab besar memimpin Badan Gizi Nasional guna memastikan program unggulan pemerintah tersebut berjalan optimal dan menjangkau masyarakat secara luas. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid