IDNVoice.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan akan mendalami dugaan kekerasan yang melibatkan mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) dalam kegiatan pendampingan siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kemensos akan berkoordinasi dengan pihak Unhan untuk menindaklanjuti laporan tersebut apabila terbukti terjadi.
"Jadi saya ingin mengetahui lebih lanjut dan nanti kita akan ambil langkah-langkah bersama dengan Universitas Pertahanan, kalau itu memang benar terjadi," kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, kepada wartawan di Kantor Kemensos Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Gus Ipul menegaskan, pendalaman diperlukan untuk memastikan kejadian yang dilaporkan sekaligus menjadi dasar evaluasi pelaksanaan pendampingan mahasiswa Unhan di Sekolah Rakyat. Pemerintah ingin memastikan kegiatan tersebut berjalan sesuai tujuan dan tidak menimbulkan persoalan bagi para siswa.
Sebelumnya, beredar informasi mengenai dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh kadet atau calon perwira dari Universitas Pertahanan terhadap tiga siswa Sekolah Rakyat di Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Gus Ipul menyayangkan dugaan insiden kekerasan tersebut apabila terbukti terjadi. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak sejalan dengan tujuan kehadiran mahasiswa Unhan yang diharapkan dapat memperkuat pendampingan dan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat.
Ia menjelaskan, secara umum kegiatan pendampingan yang melibatkan sekitar 1.500 mahasiswa dan pengasuh Unhan selama dua minggu terakhir berjalan dengan baik. Meski demikian, dugaan insiden di Jember akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program pendampingan ke depan.
"Nanti akan kami dalami lebih lanjut dan ini pasti akan kita tindak lanjuti, tidak akan kita diamkan dan sebagai bahan evaluasi kita," ujar dia.
Gus Ipul juga menerangkan bahwa mahasiswa Unhan yang bertugas mendampingi siswa Sekolah Rakyat tidak bekerja sendiri. Mereka mendapat pendampingan dari para pengasuh yang berkoordinasi dengan kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan sekolah.
Selain mendalami laporan, Kemensos akan melakukan mitigasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan bersama pihak terkait. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan persoalan ditangani secara tepat, sekaligus menjaga agar manfaat program pendampingan tetap dirasakan para siswa.
Gus Ipul berharap dugaan insiden tersebut tidak menghilangkan manfaat kegiatan pendampingan yang selama ini secara umum telah berjalan dengan baik. Namun, evaluasi tetap diperlukan agar pelaksanaan program ke depan semakin optimal dan sesuai dengan tujuan pembinaan siswa Sekolah Rakyat. [DR]