PBNU Ingatkan Konflik Timur Tengah Jangan Berubah Jadi Permusuhan Antarmazhab

Senin, 19 Oktober 2026 20:55 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. (IDNVoice/PBNU)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. (IDNVoice/PBNU)

IDNVoice.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan agar konflik di Timur Tengah tidak berkembang menjadi pertentangan antarmazhab yang berpotensi memecah belah umat Islam, termasuk di Indonesia. PBNU menegaskan, konflik yang terjadi di kawasan tersebut harus dipahami sebagai persoalan politik dan perebutan kekuasaan, bukan pertentangan ajaran agama.

Ketua Umum PBNU K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengatakan, perbedaan mazhab tidak boleh dijadikan alasan untuk menumbuhkan kebencian dan permusuhan di antara sesama umat Islam.

 “Jangan sampai konflik politik di Timur Tengah berubah menjadi permusuhan antarumat Islam. Perbedaan mazhab tidak boleh dijadikan alasan untuk saling membenci, apalagi memecah belah persaudaraan,” ujarnya dalam keterangannya pada Senin, 19 Oktober 2026.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, itu mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, tidak mudah terprovokasi narasi sektarian, serta mengedepankan persaudaraan dan perdamaian.

Menurut Gus Kikin, masyarakat perlu menyikapi dinamika konflik di Timur Tengah secara bijaksana agar ketegangan politik di kawasan tersebut tidak merembet menjadi perpecahan di tengah umat Islam di Tanah Air.

Selain mengingatkan bahaya perpecahan antarmazhab, Gus Kikin mengecam serangan terhadap warga dan fasilitas sipil di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Ia menegaskan, kepentingan politik, kekuasaan, maupun militer tidak dapat dijadikan pembenaran untuk mengorbankan keselamatan manusia.

“Islam menempatkan keselamatan jiwa manusia sebagai nilai yang sangat luhur. Menjaga jiwa atau hifzh an-nafs merupakan salah satu tujuan utama syariat. Karena itu, tidak ada kepentingan politik atau kekuasaan yang boleh mengabaikan keselamatan warga sipil,” katanya.

Gus Kikin juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban, pemerintah dan rakyat Arab Saudi, serta masyarakat dari berbagai negara yang terdampak serangan terhadap fasilitas sipil.

Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi perhatian seluruh pihak yang terlibat dalam konflik, tanpa memandang latar belakang negara, agama, maupun kelompok masyarakat.

Gus Kikin secara khusus mengingatkan pentingnya menjaga keamanan Makkah dan Madinah serta menjamin keselamatan jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Menurutnya, kedua kota suci tersebut memiliki kedudukan penting bagi umat Islam sehingga harus dijauhkan dari segala bentuk ancaman kekerasan.

“Tanah Suci harus dijauhkan dari segala bentuk ancaman kekerasan. Keselamatan para jemaah harus menjadi perhatian bersama. Haramain adalah amanah suci yang wajib dijaga oleh seluruh umat Islam,” ujarnya.

PBNU berharap seluruh pihak dapat memastikan keamanan kawasan Tanah Suci, sehingga jamaah haji dan umrah dapat menjalankan ibadah dengan aman di tengah situasi konflik regional.

Di sisi lain, Gus Kikin menyampaikan keprihatinan atas penderitaan rakyat Yaman akibat konflik berkepanjangan. PBNU mendesak agar akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat sipil dan pengungsi dibuka seluas-luasnya tanpa hambatan.

Ia menilai, aksi kekerasan yang terus berbalas hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat, memperluas kehancuran, dan menjauhkan kawasan tersebut dari perdamaian.

“Perang tidak boleh menjadi jalan untuk menyelesaikan setiap perbedaan. Semua pihak harus menahan diri, menghentikan serangan, menghormati hukum humaniter internasional, dan kembali ke meja perundingan,” katanya.

PBNU juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), serta negara-negara di kawasan untuk mengambil langkah nyata dalam meredakan ketegangan dan membuka jalan bagi penyelesaian konflik melalui diplomasi.

Selain itu, PBNU mendukung Pemerintah Indonesia agar terus berperan aktif dalam diplomasi internasional untuk mendorong perdamaian dan melindungi kepentingan kemanusiaan.

Menutup pernyataannya, Gus Kikin mengajak warga NU untuk memanjatkan doa bagi keselamatan Tanah Suci, para jamaah, serta masyarakat di kawasan Timur Tengah yang terdampak konflik.

Ia berharap upaya perdamaian dapat segera terwujud sehingga masyarakat sipil tidak terus menjadi korban dan persaudaraan umat Islam tetap terjaga. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid