IDNVoice.com – Pemerintah Indonesia masih menjalin komunikasi dengan pemerintah Malaysia terkait tawaran bantuan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah belum mengambil keputusan akhir karena masih membahas kebutuhan operasional, mekanisme pengiriman personel, hingga dukungan logistik yang diperlukan di lapangan.
Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) Brigjen TNI Honi Havana menegaskan, komunikasi dengan Malaysia masih berlangsung melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
"Statusnya masih komunikasi ini, tentunya sedang on going, kanal tentunya melalui Kementerian Luar Negeri," kata Honi saat jumpa pers di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Honi menepis anggapan bahwa pemerintah Indonesia menolak mentah-mentah tawaran bantuan dari Malaysia. Menurutnya, pemerintah justru menghargai setiap bentuk bantuan yang ditawarkan negara lain untuk membantu penanganan karhutla di Indonesia.
Namun, penerimaan bantuan internasional tetap memerlukan pembahasan lebih lanjut agar pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
"Harus didiskusikan di situ terkait kebutuhan operasional, bagaimana nanti deployment (pengiriman) personel dan sebagainya, kemudian nanti dukungan logistik dan seterusnya," kata Honi.
Ia menjelaskan, sejumlah aspek teknis tersebut perlu dibicarakan terlebih dahulu sebelum pemerintah menentukan apakah tawaran bantuan Malaysia dapat diterima dan bagaimana bantuan itu akan dioperasikan.
Dengan demikian, keputusan pemerintah tidak semata-mata berkaitan dengan menerima atau menolak bantuan, tetapi juga memastikan mekanisme pelaksanaannya berjalan efektif dan sesuai kebutuhan penanganan karhutla.
Honi memastikan hasil pembahasan antara pemerintah Indonesia dan Malaysia akan menjadi landasan dalam menentukan tindak lanjut atas tawaran bantuan tersebut.
Pemerintah juga berupaya memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat agar tidak muncul kesalahpahaman mengenai sikap Indonesia terhadap tawaran bantuan dari negara tetangga itu.
"Kita akan adakan konferensi pers untuk memberikan informasi yang update kepada masyarakat supaya tidak mengembangkan prasangka-prasangka yang yang tentunya kurang baik untuk disampaikan," jelas Honi.
Melalui komunikasi diplomatik dan pembahasan teknis tersebut, pemerintah berharap setiap keputusan terkait bantuan Malaysia dapat didasarkan pada kebutuhan operasional penanganan karhutla.
Hingga saat ini, pemerintah Indonesia masih dalam tahap komunikasi dan belum menyampaikan keputusan final mengenai penerimaan bantuan tersebut. [DR]