Karhutla Gunung Latimojong Meluas, Api Sudah 7 Hari Belum Padam

Senin, 19 Oktober 2026 10:00 WIB
Kebakaran hutan di Gunung Latimojong, Enrekang, Sulsel, telah berlangsung 7 hari. (IDNVoice/DS-Istimewa)
Kebakaran hutan di Gunung Latimojong, Enrekang, Sulsel, telah berlangsung 7 hari. (IDNVoice/DS-Istimewa)

IDNVoice.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Latimojong, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Api yang telah menyala selama tujuh hari belum berhasil dipadamkan dan terus meluas hingga sejumlah titik di jalur pendakian.

Tour Guide Gunung Latimojong, Sunardi, mengatakan kebakaran kembali terpantau di jalur merah melalui Dusun Angin-angin pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kobaran api kemudian meluas hingga mencapai pos 4, pos 5, dan pos 6. Hingga Minggu, api masih menyala dan asap tebal membumbung dari kawasan hutan yang terbakar.

"Api menyala sudah masuk hari ke 7 dan sudah menyebar ke kiri dan kanan jalur. Asap yang tebal terlihat membumbung naik di lokasi ini," kata Sunardi dilansir dari detikSulsel pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Menurut Sunardi, titik kebakaran yang kondisinya masih parah berada di pos 5 jalur merah melalui Dusun Angin-angin. Meluasnya kebakaran menjadi perhatian karena kondisi hutan yang kering selama musim kemarau membuat api berpotensi terus merambat.

"Lokasi kebakaran saat ini yang masih parah berada di pos 5 jalur merah via dusun Angin-angin," jelasnya.

Sunardi menjelaskan, jalur pendakian Gunung Latimojong telah ditutup sejak akhir Agustus 2026 setelah kebakaran pertama terjadi di puncak Pentialloan pada 18 Agustus 2026. Penutupan dilakukan karena kebakaran berulang dan kondisi hutan yang sangat kering.

Warga setempat juga menolak pembukaan kembali jalur pendakian selama musim kemarau masih berlangsung. Mereka menilai kondisi tersebut berisiko membahayakan keselamatan pendaki.

"Akhir Agustus ditutup setelah kebakaran pertama di puncak Pentialloan 2650 MDPL jalur angin-angin. Warga menolak jalur pendakian Latimojong dibuka karena selain beberapa titik kebakaran, kondisi hutan juga betul-betul kering," bebernya.

Camat Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, Jasmin, membenarkan bahwa jalur pendakian Gunung Latimojong ditutup sementara akibat kebakaran hutan. Penutupan tersebut berlaku hingga waktu yang belum ditentukan.

"Iya, ditutup untuk sementara. Saya sarankan untuk ditutup pada tanggal 18 Agustus karena sudah berapa kali terjadi kebakaran. Itu hari kebakaran di post 3," ujarnya.

Jasmin mengatakan kebakaran telah beberapa kali terjadi di kawasan hutan Gunung Latimojong. Kondisi tersebut membuat jalur pendakian rawan dilalui, terutama ketika musim kemarau belum berakhir.

"Di sana berapa kali mi kebakaran tapi di sekitar kampung, jauh dari Latimojong. (Tidak dibuka) Selama belum masuk musim hujan karena rawan sekali kalau jalur dibuka selama masih kemarau. Sampai sekarang belum dibuka. Kita lihat situasi dulu," terangnya.

Sebelumnya, kebakaran juga melanda kawasan Gunung Latimojong di Buntu Bela, Dusun Karuaja, Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu, pada Selasa (18 Agustus 2026) sekitar pukul 11.00 Wita.

Lokasi kebakaran tersebut berjarak sekitar 10 kilometer dari permukiman warga. Berulangnya kejadian kebakaran di kawasan ini membuat penutupan jalur pendakian tetap diberlakukan demi mengurangi risiko keselamatan bagi para pendaki.

Hingga Minggu (18 Oktober 2026), jalur pendakian Gunung Latimojong belum dibuka kembali. Pemerintah setempat masih mempertimbangkan kondisi di lapangan dan menunggu berakhirnya musim kemarau sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid