Kebakaran Gunung Arjuno-Welirang Meluas, 11 Titik Api Terdeteksi hingga Rusak Jaringan Pipa

Minggu, 18 Oktober 2026 16:48 WIB
Titik api kian meluas di lereng Gunung Ringgit, terpantau dari Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. (IDNVoice/Resort 03 Pasuruan)
Titik api kian meluas di lereng Gunung Ringgit, terpantau dari Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. (IDNVoice/Resort 03 Pasuruan)

IDNVoice.com – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, belum berhasil dipadamkan. Hingga Sabtu (17 Oktober 2026) petang, api justru terus meluas dengan total 11 titik kebakaran terdeteksi di kawasan Gunung Arjuno dan Gunung Ringgit.

Berdasarkan data Relawan Damkar Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, titik-titik kebakaran tersebar di sejumlah blok di kedua gunung tersebut. Kondisi ini membuat upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran masih terus dilakukan oleh petugas, relawan, serta warga setempat.

Di kawasan Gunung Arjuno, kebakaran terdeteksi di tujuh lokasi, yakni Blok Rangsang, Blok Codo, Blok Gumandar, Blok Bulak, Blok Putuk Bunder, Blok Lembah Kijang, dan Blok Banyu Kuning.

Sementara itu, di kawasan Gunung Ringgit, api terpantau di empat lokasi, meliputi Blok Curah Lumut, Blok Anjat, Blok Sawahan Kesek, dan Blok Prangas.

Dampak kebakaran tidak hanya mengancam kawasan hutan, tetapi juga merusak infrastruktur jaringan pipa yang melayani kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi.

Kepala Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Muhammad Hudan Dardiri, mengatakan jaringan pipa yang mengarah ke dua desa dilaporkan mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut.

"Kebakaran juga merusak jaringan pipa. Saat ini terdeteksi jaringan pipa ke Desa Jatiarjo dan Desa Dayurejo yang rusak," kata Muhammad Hudan Dardiri.

Kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang diketahui mulai terjadi pada Kamis sore, 15 Oktober 2026. Namun, hingga Sabtu petang, api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Petugas bersama relawan dan warga terus berupaya melakukan pemadaman serta mengendalikan penyebaran api. Meluasnya titik kebakaran menjadi perhatian karena selain mengancam kawasan hutan, dampaknya juga mulai dirasakan melalui kerusakan jaringan pipa yang menghubungkan wilayah permukiman. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid