Tabulasi AHWA Muktamar ke-35 NU Rampung, Sembilan Ulama Sepuh Raih Suara Terbanyak

Minggu, 30 Agustus 2026 20:05 WIB
Sembilan anggota AHWA Muktamar ke-35 NU. (IDNVoice)
Sembilan anggota AHWA Muktamar ke-35 NU. (IDNVoice)

IDNVoice.com - Proses tabulasi suara pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam rangkaian Sidang Pleno Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, rampung pada Minggu.

Hasil tabulasi mengungkap sembilan ulama sepuh yang memperoleh suara terbanyak dan akan memegang mandat penting dalam menentukan kepemimpinan jam`iyah NU periode 2026–2031.

Proses pengumpulan suara sebelumnya telah dilakukan pada Sabtu (29/8/2026). Lebih dari 500 perwakilan PWNU dan PCNU memberikan usulan nama ulama yang dinilai layak menjadi anggota AHWA.

Masing-masing perwakilan menuliskan nama-nama ulama yang diusulkan, kemudian memasukkan surat suara ke dalam enam kotak suara berbahan kaca yang telah disiapkan panitia.

Sebelum proses pembukaan kotak suara dimulai, Kiai Sarmidi Husna terlebih dahulu menjelaskan aturan teknis terkait pembukaan kotak, pembacaan surat suara, pencatatan hingga kriteria keabsahan suara.

"Surat suara dinyatakan sah apabila memenuhi beberapa syarat. Pertama, surat usulan AHWA harus ditandatangani Rais dan Katib. Kedua, jika tidak ditandatangani, maka dianggap tidak sah. Ketiga, saksi masing-masing kelompok dari tiap kotak suara harus menandatangani berita acara rekapitulasi," jelasnya pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Setelah proses penghitungan berlangsung selama beberapa jam, sembilan nama ulama dengan perolehan suara tertinggi akhirnya diketahui.

Berikut hasil tabulasi suara pemilihan anggota AHWA Muktamar ke-35 NU:

  1. K.H. Nurul Huda Jazuli (485 suara)
  2. TGK Nuruzzahri Yahya (477 suara)
  3. K.H. Baharuddin HS (392 suara)
  4. K.H. Miftakhul Akhyar (350 suara)
  5. K.H. Afifuddin Muhajir (339 suara)
  6. K.H. Anwar Iskandar (326 suara)
  7. K.H. Anwar Manshur (303 suara)
  8. K.H. Said Aqil Siroj (273 suara)
  9. K.H. Abun Bunyamin (268 suara)

Dengan rampungnya tabulasi tersebut, sembilan ulama yang memperoleh suara terbanyak selanjutnya akan menjalani sidang tertutup.

Dalam forum tersebut, anggota AHWA akan bermusyawarah untuk menetapkan Rais Aam PBNU masa khidmah 2026–2031. Selain itu, mereka juga akan merumuskan arah selanjutnya terkait mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU.

Tahapan ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU karena AHWA memiliki mandat strategis dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk lima tahun mendatang. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid