IDNVoice.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong penguatan ruang interaksi fisik dan permainan tradisional berbasis kearifan lokal sebagai salah satu upaya menghadapi fenomena ketergantungan gawai di kalangan anak-anak.
Menurut Arifah, anak-anak membutuhkan ruang untuk berinteraksi secara langsung agar kemampuan sosial dan adaptasinya berkembang. Ketergantungan pada gawai dan permainan digital, kata dia, berpotensi membuat anak terbiasa berada dalam situasi yang selalu menempatkan dirinya sebagai pemenang.
"Anak-anak ini butuh aktualisasi diri. Sekarang anak-anak kita pulang sekolah, mereka duduk di pojok sofa, di pojok ruang tamu, di pojok kamar, ketawa-ketawa sendiri, senyum-senyum sendiri, merasa menang-menang sendiri. Karena dengan gawai, dia bisa memperlakukan dirinya sesuai dengan apa yang diinginkan dan selalu menjadi pemenang. Akibatnya, ketika berhadapan langsung dengan teman-temannya, dia tidak bisa beradaptasi, selalu ingin menang, dan tidak boleh kalah karena terpengaruh dari permainan-permainan yang dia lakukan," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangannya pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Arifah saat meresmikan Kampung Dolanan Sidowayah Bersemi, Kampung Pancasila, dan Ruang Bersama Indonesia Desa Sidowayah, sekaligus Paket Aglomerasi Wisata Klaten, Jawa Tengah.
Kampung Dolanan Sidowayah menghadirkan berbagai permainan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendorong anak untuk berinteraksi, bereksplorasi, dan belajar. Sejumlah permainan yang tersedia antara lain botol bernada, fitrasi air, otok-otok, hingga permainan yang mengasah kemampuan sains anak.
Kehadiran ruang bermain tersebut diharapkan menjadi alternatif bagi anak-anak untuk mengurangi ketergantungan terhadap aktivitas berbasis gawai sekaligus mengenalkan kembali permainan yang tumbuh dari kearifan lokal.
Arifah menilai pembangunan ruang-ruang interaksi anak membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari investasi untuk menyiapkan generasi yang mampu beradaptasi dan memiliki kemampuan sosial yang kuat.
"Hari ini kita membuktikan kolaborasi dan sinergi yang luar biasa dari berbagai pihak. Mahasiswa dari UNS yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pemerintah daerah kabupaten maupun desa, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), hingga Mustika Ratu. Ini menunjukkan kita punya kepedulian dan komitmen yang luar biasa untuk mewujudkan, melahirkan, dan mencetak generasi-generasi muda yang akan menentukan masa depan Indonesia," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Selain penguatan ruang bermain anak, pengembangan Ruang Bersama Indonesia di Desa Sidowayah juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
KemenPPPA bersama PT Mustika Ratu Tbk menghadirkan pelatihan massage dan affiliator bagi masyarakat di kawasan Umbul Siblarak. Pelatihan tersebut menyasar peningkatan keterampilan masyarakat, khususnya perempuan, agar mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor wellness tourism di Klaten. Dengan demikian, keberadaan ruang bersama tidak hanya menjadi tempat interaksi dan pemberdayaan anak, tetapi juga dapat menjadi wadah penguatan kapasitas masyarakat dan penggerak ekonomi lokal. [DR]