IDNVoice.com - Suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, semakin semarak. Di tengah padatnya aktivitas para muktamirin, panitia menghadirkan sejumlah fasilitas transportasi untuk memudahkan mobilitas peserta, salah satunya becak listrik.
Kendaraan ramah lingkungan tersebut menjadi salah satu fasilitas yang menarik perhatian di kawasan muktamar. Selain menawarkan perjalanan yang nyaman, keramahan para pengemudi membuat layanan ini semakin diminati para peserta yang datang dari berbagai daerah.
Salah seorang pengemudi becak listrik, Riyono, warga Diwek, Jombang, mengatakan layanan tersebut dibagi menjadi dua shift agar dapat melayani muktamirin hingga malam hari.
"Shift pertama mulai jam 08.00 sampai jam 4 sore. Terus shift kedua mulai jam empat itu sampai sekitar jam sebelas malam," tutur Riyono pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Bagi Riyono, menjadi pengemudi becak listrik selama Muktamar ke-35 NU bukan sekadar mencari penghasilan. Ia merasa mendapat kesempatan untuk ikut berkhidmah dalam perhelatan besar organisasi yang berlangsung di Tambakberas.
"Saya senang bisa ikut berkhidmat kepada NU, Mbah Wahab, Tambakberas, dan para muktamirin," ujarnya.
Antusiasme peserta terhadap layanan tersebut juga cukup tinggi. Riyono mengungkapkan, sejak menjalankan shift kedua pukul 16.00 hingga sekitar pukul 18.00, dirinya telah mengantar sedikitnya enam rombongan muktamirin.
"Dari jam empat sampai jam enam tadi sudah enam rombongan," katanya.
Tingginya penggunaan becak listrik menunjukkan fasilitas sederhana tersebut cukup membantu peserta yang harus berpindah dari satu titik ke titik lain di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Salah satu hal yang membuat layanan becak listrik semakin menarik adalah tidak adanya tarif khusus bagi para pengguna. Muktamirin dapat memanfaatkan kendaraan tersebut secara gratis selama berada di kawasan muktamar.
Meski tidak memungut ongkos, Riyono mengatakan ada sejumlah pengguna yang memberikan tip secara sukarela. Pemberian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pelayanan yang diberikan para pengemudi.
Di tengah hiruk-pikuk Muktamar ke-35 NU, keberadaan becak listrik menjadi bagian kecil dari wajah pelayanan panitia kepada para peserta.
Perhelatan tersebut memang bukan hanya menjadi ruang musyawarah, pembahasan agenda organisasi, dan pengambilan keputusan penting NU. Di balik rangkaian agenda utama, terdapat berbagai bentuk pelayanan yang memastikan ribuan muktamirin dapat mengikuti kegiatan dengan lebih nyaman.
Becak listrik pun menjadi bagian dari denyut khidmah di Tambakberas. Para pengemudi mengantar satu rombongan demi rombongan, membantu peserta bergerak di tengah padatnya kawasan muktamar, hingga malam hari.
Bagi Riyono dan para pengemudi lainnya, setiap perjalanan bukan sekadar mengantar penumpang dari satu titik ke titik lain. Ada kebanggaan tersendiri karena dapat mengambil bagian dalam sejarah perhelatan besar NU sekaligus memberikan pelayanan kepada para muktamirin. [DR]