Halaqah Ulama Jelang Muktamar ke-35 NU Soroti Kepentingan Umat hingga Isu Tambang

Rabu, 26 Agustus 2026 23:04 WIB
Forum Ulama Nahdliyin (FUN) menggela halaqah bertemu
Forum Ulama Nahdliyin (FUN) menggela halaqah bertemu "Refleksi Kepemimpinan PBN" di di Aula Universitas Darul Ulum, Jombang pada Rabu, 26 Agustus 2026. (IDNVoice/Humas FUN)

IDNVoice.com - Halaqah Forum Ulama Nahdliyin (FUN) menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya membahas persoalan internal organisasi. Sejumlah ulama juga menyerukan agar NU kembali memperkuat keberpihakan terhadap masyarakat dan kesejahteraan umat.

Pengasuh Pondok Pesantren Algebra Bogor K.H. Khariri Makmun mengingatkan agar NU tetap hadir bersama masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi situasi sulit.

"NU bersama masyarakat, terutama di hari-hari sulit sekarang ini. Teman-teman di bawah berharap NU fokus melihat kondisi di masyarakat, kemudian didialogkan pada pemerintah. Zaman Gus Dur, K.H. Hasyim Muzadi, hingga Kiai Said melakukan itu," katanya pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Khariri juga mengkritik sejumlah dinamika internal PBNU yang menjadi perhatian masyarakat selama periode kepengurusan saat ini. Ia menyinggung pembekuan sejumlah program kaderisasi dan belum jelasnya status sejumlah surat keputusan menjelang muktamar.

Ia juga meminta isu kerja sama dengan pihak asing yang menjadi perhatian sebagian kalangan dibahas secara terbuka dalam organisasi.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Quran K.H. Mustain Syafi`i menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan amaliah NU sekaligus memperkuat fungsi kontrol terhadap pengurus organisasi.

"Kalau nahi `anil munkar, itu mungkarnya belum ada. Jadi sekarang dalilnya yang pas taghyir `anil munkar. Persoalannya, jika tikus-tikus menguasai lumbung, ayo beli racun yang paling efektif. Manfaatkan istighotsah, wa ahlikil kafarota. Kita juga buat sholawat asyghil, ternyata yang zalim pengurus NU sendiri," kata Mustain.

Mustain juga menyoroti isu keberpihakan sosial dan konsesi pertambangan. Menurut dia, persoalan tersebut perlu dibicarakan secara terbuka agar kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatian organisasi.

"Ketika NU dan Muhammadiyah dikasih tambang, akhirnya pimpinannya diam semua. Apa kurang rusak darurat korupsi di negeri kita? Daripada mengolok-olok, mari kita istighfar," ujar Mustain.

Ia menilai NU perlu kembali memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan umat dengan berpegang pada nilai-nilai yang diwariskan para ulama dan pendiri organisasi.

Beragam pandangan tersebut menjadi bagian dari aspirasi yang muncul dalam halaqah sehari sebelum Muktamar ke-35 NU. Forum ini sekaligus memperlihatkan bahwa menjelang muktamar, terdapat berbagai gagasan dan kritik yang ingin dititipkan kepada para muktamirin untuk menentukan arah NU ke depan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid