Muktamar ke-35 NU, Lukisan Para Muasis Dipamerkan dan Siap Dilelang di Tambakberas

Rabu, 26 Agustus 2026 12:01 WIB
Anggota MPR/DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyempatkan diri meninjau langsung galeri lukisan di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Senin, 24 Agustus 2026. (IDNVoice/Tambakberas)
Anggota MPR/DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyempatkan diri meninjau langsung galeri lukisan di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Senin, 24 Agustus 2026. (IDNVoice/Tambakberas)

IDNVoice.com - Semarak menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mulai terasa di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Selain menjadi pusat pelaksanaan agenda besar NU, pesantren bersejarah tersebut kini juga menjadi ruang apresiasi seni bagi para perupa lokal.

Sejumlah seniman asal Jombang memanfaatkan momentum Muktamar untuk memamerkan karya yang mengangkat sosok-sosok muasis atau pendiri NU. Lukisan tersebut tidak hanya menawarkan nilai estetika, tetapi juga menghadirkan kembali rekam jejak perjuangan para ulama dalam perjalanan NU dan sejarah Indonesia.

Pameran ini turut mendapat perhatian tokoh nasional. Anggota MPR/DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyempatkan diri meninjau langsung galeri lukisan di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas pada Senin, 24 Agustus 2026.

Di dalam galeri, pengunjung dapat melihat deretan lukisan yang menampilkan para pendiri NU. Goresan para pelukis Jombang tersebut berupaya menangkap karakter dan kewibawaan para ulama yang memiliki peran penting dalam perjalanan organisasi sekaligus bangsa Indonesia.

Menariknya, sejumlah karya yang dipamerkan akan ditawarkan kepada publik melalui mekanisme open bidding atau lelang terbuka. Langkah ini membuka kesempatan bagi kolektor maupun simpatisan NU untuk memiliki karya seni yang sarat nilai sejarah tersebut.

"Kita juga melihat para pelukis dari Jombang. Ada beberapa lukisan yang dilakukan open bidding atau akan dilelang," ujar Lia Istifhama saat memberikan keterangan di lokasi pameran dikutip dari Tambakberas pada Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Lia, lukisan para muasis NU memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar karya seni. Setiap kanvas merepresentasikan perjalanan panjang dan perjuangan para ulama dalam membangun NU serta berkontribusi terhadap perjuangan bangsa.

"Bukan sekadar lukisan, tetapi juga menunjukkan sebuah perjuangan dari para muasis NU. Mereka bukan hanya pendiri NU, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan Indonesia sehingga kemudian Indonesia bisa merdeka," tegasnya.

Seni Jadi Media Mengenalkan Sejarah NU

Lia menilai pameran tersebut dapat menjadi media edukasi yang kreatif untuk memperkenalkan kembali sejarah dan perjuangan para ulama kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Melalui karya visual, kisah mengenai para pendiri NU dapat disampaikan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan dunia generasi masa kini. Lukisan tidak hanya menjadi objek untuk dinikmati, tetapi juga pintu masuk untuk mengenal sejarah perjuangan para kiai.

Keberadaan galeri tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para muasis NU serta upaya merawat ingatan kolektif mengenai kiprah mereka.

Di sisi lain, pameran ini memberikan panggung bagi seniman lokal Jombang untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka kepada publik yang lebih luas. Kehadiran ribuan muktamirin dari berbagai daerah menjadi peluang bagi karya seni daerah untuk dikenal hingga tingkat nasional.

Pameran lukisan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan Muktamar ke-35 NU yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Perpaduan antara pesantren, sejarah, dan seni membuat suasana menjelang Muktamar semakin semarak. Para pengunjung tidak hanya akan menyaksikan agenda permusyawaratan organisasi, tetapi juga dapat menikmati karya budaya yang mengabadikan perjalanan para pendiri NU.

Melalui pameran tersebut, semangat para muasis NU diharapkan tidak berhenti pada catatan sejarah, tetapi terus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui karya seni. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid