Panlok Perketat Keamanan Muktamar ke-35 NU, Ring 1 dan Sidang Krusial Dikendalikan Internal

Senin, 24 Agustus 2026 15:49 WIB
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sekaligus Ketua Panlok Muktamar ke-35 NU, K.H.Abdurrozaq Sholeh, meninjau langsung simulasi gladi kotor di pos pendaftaran muktamirin yang berada di halaman MTs Bahrul Ulum (MTsBU) pada Sabtu, 22 Agustus 2026. (IDNVoice/Tambakberas)
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sekaligus Ketua Panlok Muktamar ke-35 NU, K.H.Abdurrozaq Sholeh, meninjau langsung simulasi gladi kotor di pos pendaftaran muktamirin yang berada di halaman MTs Bahrul Ulum (MTsBU) pada Sabtu, 22 Agustus 2026. (IDNVoice/Tambakberas)

IDNVoice.com - Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, terus mematangkan persiapan menjelang pembukaan perhelatan akbar NU. Selain memastikan kesiapan registrasi dan fasilitas, panitia menaruh perhatian khusus pada netralitas, ketertiban, dan keamanan di area vital muktamar.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sekaligus Ketua Panlok Muktamar ke-35 NU, K.H.Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), meninjau langsung simulasi gladi kotor di pos pendaftaran muktamirin yang berada di halaman MTs Bahrul Ulum (MTsBU) pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Simulasi tersebut digelar untuk menguji kesiapan seluruh divisi panitia dalam melayani kedatangan para utusan dari berbagai daerah. Dengan waktu pelaksanaan muktamar yang semakin dekat, simulasi menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh personel memahami tugas dan bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Menurut Gus Rozaq, hasil gladi kotor secara umum cukup memuaskan. Namun, panitia masih menemukan sejumlah hal yang perlu segera diperbaiki sebelum pelaksanaan muktamar.

Panitia selanjutnya akan menggelar gladi bersih untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung benar-benar siap. Pemeriksaan mencakup sejumlah titik vital, mulai dari registrasi peserta, tenda, posko, tower penginapan, akomodasi hingga armada transportasi.

20 Armada Disiapkan dari Bandara

Untuk mendukung mobilitas peserta dari luar daerah, panitia juga menyiapkan armada penjemputan dari bandara.

Gus Rozaq mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut memberikan dukungan transportasi bagi peserta yang tiba melalui bandara.

"Kalau dari bandara, Gubernur siap mensupport dengan bis atau HiAce, kita sediakan 20 armada," jelas Gus Rozaq pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Sementara untuk mempercepat proses registrasi, Panlok menerapkan sistem digital berbasis Radio Frequency Identification (RFID) dan kode QR atau barcode.

Teknologi tersebut digunakan untuk mempermudah proses validasi data muktamirin yang disesuaikan dengan basis data resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Gus Rozaq menegaskan registrasi merupakan salah satu tahapan paling penting karena menjadi pintu awal bagi peserta sebelum mengikuti rangkaian agenda muktamar.

Panlok Pegang Kendali Ring 1

Selain registrasi, persoalan keamanan menjadi perhatian utama Panlok, terutama di area-area vital dan agenda persidangan yang dinilai krusial.

Gus Rozaq menegaskan Panlok akan menjaga netralitas sekaligus memastikan pengamanan berjalan sesuai kebutuhan setiap agenda.

"Dari awal saya sudah menyampaikan, saya netral, saya yang harus mensetting terkait dengan keamanan terutama di daerah-daerah terutama disaat sidang yang sangat krusial, tatib, pleno, organisasi, dan registrasi. Semua pengamanan adalah dari panitia lokal," tegasnya.

Ia juga memberikan penegasan mengenai siapa yang akan memegang kendali keamanan di area inti atau Ring 1 selama muktamar berlangsung.

"Panitia lokal yang akan mengambil keamanan di Ring 1 dan ketika nanti Pleno, itu harus dari keamanan Pondok Pesantren Bahrul Ulum atau panitia lokal," tuturnya.

Kebijakan tersebut dinilai penting untuk memastikan area persidangan yang bersifat krusial tetap steril dan kondusif. Terlebih, sejumlah agenda seperti sidang tata tertib, pleno, organisasi, hingga proses registrasi membutuhkan pengamanan dan pengaturan akses secara ketat.

Peserta Tanpa Data Valid Tak Boleh Masuk

Panlok juga menyiapkan mekanisme pemeriksaan terhadap seluruh peserta yang hendak memasuki area utama muktamar.

Peserta yang data dirinya tidak tervalidasi secara resmi akan dipastikan tidak diperkenankan masuk ke area utama kegiatan. Langkah tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban, keamanan, sekaligus memastikan seluruh peserta yang berada di lokasi benar-benar memiliki legitimasi sebagai bagian dari muktamar.

Dengan kombinasi sistem registrasi digital, simulasi berulang, kesiapan transportasi, serta pengamanan internal di Ring 1, Panlok Bahrul Ulum optimistis pelaksanaan Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung tertib dan lancar. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid