Sembilan Kiai Khos Akan Bersidang di Ndalem Kasepuhan, Panlok: Teladani Mbah Wahab

Senin, 24 Agustus 2026 13:01 WIB
Ndalem Kasepuhan K.H. Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. (IDNVoice/Tambakberas)
Ndalem Kasepuhan K.H. Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. (IDNVoice/Tambakberas)

IDNVoice.com - Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan lokasi sidang Ahlul Halli wal Aqli (Ahwa). Ndalem Kasepuhan K.H. Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, secara khusus dipilih menjadi arena sidang sembilan kiai khos yang akan menentukan kepemimpinan tertinggi NU.

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sekaligus Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, K.H. Abdurrozaq, mengatakan pemilihan Ndalem Kasepuhan bukan sekadar pertimbangan teknis. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat, terutama karena berkaitan erat dengan sosok Mbah Wahab.

"Kami ingin memunculkan kembali semangat dan keteladanan Mbah Wahab," tegas Gus Rozaq, sapaan akrab K.H. Abdurrozaq pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Bawa Spirit Perjuangan Mbah Wahab

Menurut Gus Rozaq, Mbah Wahab merupakan salah satu figur penting dalam sejarah NU yang layak menjadi teladan bagi kader dan ulama NU.

"Beliau (Mbah Wahab) adalah sosok pahlawan nasional dan penggerak utama NU yang dikenal pantang menyerah, tiada kata uzur untuk berjuang membela agama dan bangsa," lanjut Ketua MWC NU Kecamatan Jombang tersebut.

Ia berharap semangat perjuangan Mbah Wahab dapat turut mengiringi proses musyawarah para kiai khos dalam menentukan arah masa depan organisasi.

Rekam jejak perjuangan Mbah Wahab yang gigih dan penuh totalitas dinilai dapat menjadi pengingat bagi para muktamirin agar keputusan yang dihasilkan tetap berpijak pada nilai-nilai perjuangan para muassis NU.

"Kami harapkan dengan ditempatkannya Ahwa di Ndalem Mbah Wahab, spirit keteladanan perjuangan beliau betul-betul meresap," jelas Gus Rozaq.

Selain nilai keteladanan, keberadaan Ndalem Kasepuhan juga dianggap memiliki suasana historis dan spiritual yang kuat untuk mendukung jalannya forum Ahwa.

"Nilai kesakralannya jauh lebih terasa, membawa aura keteladanan dari sang pahlawan penggerak NU," tambahnya.

Kenyamanan Sembilan Kiai Khos Jadi Prioritas

Di samping pertimbangan historis dan moral, panitia memastikan aspek kenyamanan para kiai sepuh yang akan mengikuti persidangan Ahwa.

"Faktor kenyamanan menjadi prioritas kami. Tempatnya sangat steril dan berada tepat di tengah-tengah, di jantung Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas," ungkapnya.

Ndalem Kasepuhan yang memiliki suasana tenang dan sejuk disiapkan agar sembilan kiai khos anggota Ahwa dapat bermusyawarah dengan khidmat dan nyaman.

Panitia juga telah menata ruangan beserta berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang jalannya persidangan.

"Seluruh ruangan sudah kami setting sedemikian rupa, termasuk fasilitas pendingin udara (AC) dan sarana pendukung lainnya demi menjaga kenyamanan selama persidangan berlangsung," terangnya.

Pengamanan Diperketat

Tak hanya kenyamanan, aspek keamanan juga menjadi perhatian Panlok Muktamar ke-35 NU. Area Ndalem Kasepuhan hingga venue para muktamirin ditata secara khusus oleh tim keamanan Panlok.

Pengamanan dilakukan melalui kolaborasi lintas elemen pertahanan guna memastikan rangkaian persidangan berlangsung aman dan tertib.

Dengan memadukan nilai historis Ndalem Kasepuhan, kenyamanan bagi para kiai khos, serta sistem pengamanan yang disiapkan secara matang, Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU optimistis sidang Ahwa dapat berjalan lancar.

Lebih dari sekadar lokasi persidangan, Ndalem Kasepuhan K.H. Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) diharapkan menjadi ruang yang menghidupkan kembali semangat perjuangan salah satu muassis dan penggerak utama NU dalam menentukan masa depan organisasi. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid