2.610 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Riau Sumbang 355 Hotspot

Minggu, 23 Agustus 2026 15:20 WIB
Sebaran titik panas di Provinsi Riau yang mencapai 355 titik tersebar di 11 kabupaten/kota. (IDNVoice/BMKG Pekanbaru)
Sebaran titik panas di Provinsi Riau yang mencapai 355 titik tersebar di 11 kabupaten/kota. (IDNVoice/BMKG Pekanbaru)

IDNVoice.com - Sebanyak 2.610 titik panas (hotspot) terdeteksi di Pulau Sumatera berdasarkan pembaruan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Minggu pukul 07.00 WIB.

Prakirawan BMKG Pekanbaru Elisa JS Kedang mengatakan ribuan titik panas tersebut tersebar di sembilan provinsi. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 1.311 titik.

"Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Provinsi Riau dengan 355 titik, Jambi 278 titik, Bangka Belitung dengan 268 titik, dan Lampung dengan 187 titik, disusul Aceh 67 titik, Kepulauan Riau 55 titik, Sumatera Utara 45 titik, Sumatera Barat 27 titik, dan Bengkulu 17 titik," katanya pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Pelalawan Jadi Wilayah Paling Rawan

Di Riau, sebanyak 355 titik panas terdeteksi tersebar di 11 kabupaten/kota. Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi, mencapai 216 titik.

Selanjutnya, Kabupaten Indragiri Hilir mencatat 80 titik panas, kemudian Kuantan Singingi sebanyak 12 titik.

Hotspot lainnya terdeteksi di Kabupaten Kampar sebanyak 11 titik, Siak 10 titik, Kepulauan Meranti tujuh titik, Indragiri Hulu enam titik, Bengkalis lima titik, Rokan Hilir dan Rokan Hulu masing-masing tiga titik, serta Kota Dumai dua titik.

Tingginya jumlah titik panas tersebut mulai berdampak terhadap kondisi udara di Pekanbaru. Pada Sabtu (22 Sabtu 2026) malam, jarak pandang di ibu kota Provinsi Riau itu terpantau terbatas akibat kondisi berasap.

Sementara itu, kualitas udara berdasarkan parameter PM2,5 pada dini hari hingga pagi hari masuk dalam kategori tidak sehat.

Kebakaran Lahan Capai Lebih dari 700 Hektare

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau juga terus menjadi perhatian. Dalam beberapa hari terakhir, Manggala Agni mencatat kebakaran lahan di wilayah tersebut telah menghanguskan area seluas lebih dari 700 hektare.

Lahan terbakar paling luas tercatat di Kabupaten Indragiri Hulu, yakni mencapai 434 hektare. Sementara di Kabupaten Pelalawan, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 300 hektare.

Selain dua daerah tersebut, Manggala Agni juga menangani sejumlah kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Kampar, Siak, dan Bengkalis.

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya aktivitas kebakaran lahan di sejumlah wilayah Riau, terlebih dengan banyaknya titik panas yang terpantau BMKG. Pemantauan dan penanganan karhutla pun menjadi penting untuk mencegah meluasnya kebakaran sekaligus mengantisipasi penurunan kualitas udara di wilayah terdampak. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid