Panlok Muktamar NU ke-35 Siapkan 150 Becak Listrik dan 10 Golf Cart untuk Antar Jemput Muktamirin

Minggu, 23 Agustus 2026 11:23 WIB
Belasan becak listrik dikerahkan dalam simulasi teknis penjemputan muktamirin di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang pada Sabtu, 22 Agustus 2026. (IDNVoice/Panlok-Istimewa)
Belasan becak listrik dikerahkan dalam simulasi teknis penjemputan muktamirin di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang pada Sabtu, 22 Agustus 2026. (IDNVoice/Panlok-Istimewa)

IDNVoice.com - Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan acara.

Tak hanya menyiapkan venue pembukaan, persidangan, dan penginapan, Panlok juga memastikan mobilitas ribuan tamu dan muktamirin. Salah satunya melalui simulasi uji kesiapan transportasi sekaligus test drive kendaraan pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Simulasi penjemputan yang dipimpin Ketua Panlok Muktamar ke-35 NU, Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), tersebut menerjunkan 15 unit becak listrik dan satu unit golf cart.

"Simulasi bagian dari uji kesiapan panlok di bidang transportasi dalam menjalankan tugas penjemputan tamu dan muktamirin," ujar Ketua Bidang Transportasi Panlok Muktamar ke-35 NU, Ahmad Faiz Romadon pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Libatkan Polisi hingga Santri

Simulasi tersebut tidak hanya menguji kemampuan pengemudi, tetapi juga mengatur rute dan arus lalu lintas penjemputan. Kegiatan melibatkan lintas bidang dan sejumlah stakeholder, di antaranya personel Satlantas Polres Jombang, tim relawan, serta para santri.

Faiz menuturkan, Panlok sengaja tidak mengerahkan seluruh armada dalam simulasi. Dari total 150 unit becak listrik dan 10 golf cart yang disiapkan, hanya 15 becak listrik dan satu golf cart yang diturunkan.

Armada tersebut dilengkapi driver dan penumpang. Para santri dilibatkan sebagai pemeran muktamirin atau tamu yang dijemput dari pintu gerbang utama pesantren maupun sekretariat pendaftaran peserta menuju venue tujuan.

"Sehingga semua driver sebagai pengendara becak listrik dan golf cart tetap kita bekali dengan simulasi teknis ini," imbuhnya.

Menurut Faiz, pembekalan tersebut penting agar para driver memahami teknis pengoperasian kendaraan sebelum hari H. Mereka juga harus mampu mengatur kecepatan, menjaga keselamatan penumpang, serta memahami rute perjalanan.

"Harapannya, ketika hari H pelaksana penjemputan para driver sudah memahami teknis mengemudikan kendaraan dengan baik, mengatur tingkat kecepatan, menjaga keselamatan penumpang, hingga rute yang dilalui," paparnya.

Ia menegaskan, seluruh detail perjalanan akan dipastikan sejak peserta dijemput hingga tiba di lokasi tujuan.

"Artinya, mulai dari titik penjemputan peserta, rute perjalanan, hingga penurunan, nanti semuanya jelas. Dan, tidak kalah pentingnya driver diminta menjaga ketertiban, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, serta keselamatan penumpang," jelasnya.

Sembilan Tower Jadi Venue Muktamar

Sebelumnya, Panlok telah menetapkan sejumlah lokasi di lingkungan PPBU Tambakberas sebagai venue Muktamar, baik untuk penginapan, persidangan maupun pembukaan.

Venue tersebut tersebar di sembilan tower yang memanfaatkan berbagai fasilitas, mulai gedung madrasah, universitas, asrama, Gedung Serbaguna (GSG) K.H. Hisbullah Said, hingga Lapangan Untung Suropati.

"Harapannya, dari simulasi ini supaya proses penjemputan berjalan lancar, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi tamu maupun muktamirin," tandas Faiz.

Untuk mendukung mobilitas selama lima hari pelaksanaan Muktamar, Panlok juga menyiapkan 50 unit mobil Toyota Innova Reborn. Armada tersebut masih akan diperkuat dengan potensi kendaraan lain dari para alumni.

Siapkan Penjemputan dari Bandara hingga Stasiun

Kesiapan armada disesuaikan dengan perkiraan jumlah peserta dan tamu yang akan hadir dari berbagai daerah di Indonesia.

Karena itu, Panlok sejak awal telah menyiapkan armada khusus untuk menjemput tamu dan muktamirin yang tiba dari daerah asal melalui sejumlah titik transportasi umum.

Beberapa titik tersebut antara lain Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Stasiun Jombang, serta Terminal Keplaksari Jombang.

Tak berhenti pada penjemputan, Panlok juga berencana menggelar simulasi tahap kedua untuk memastikan teknis kepulangan para muktamirin berjalan lancar.

"Kemungkinan nanti ada simulasi sesi dua. Khusus untuk menyiapkan teknis pemulangan dan mengantar muktamirin menuju bandara, terminal, atau stasiun," pungkas Faiz.

Dengan simulasi tersebut, Panlok berharap sistem transportasi Muktamar NU ke-35 dapat berjalan tertib sejak kedatangan hingga kepulangan ribuan muktamirin. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid