Pengungsi Gempa NTT Tembus 150.576 Orang, BNPB Catat 5.012 Gempa Susulan

Sabtu, 22 Agustus 2026 22:19 WIB
Petugas medis dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memeriksa korban gempa di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 22 Agustus 2026. (IDNVoice/Antara Foto)
Petugas medis dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memeriksa korban gempa di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 22 Agustus 2026. (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com - Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Sabtu (22 Agustus 2026), jumlah pengungsi telah mencapai 150.576 jiwa.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan jumlah tersebut meningkat dibandingkan data sebelumnya yang berada di kisaran 130 ribu orang.

"Pengungsi juga bertambah dari angka yang kemarin 130-an ribu, sekarang sudah mencapai 150.576 jiwa," kata Berton dalam konferensi pers pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Menurutnya, jumlah pengungsi masih berpotensi bertambah seiring gempa susulan yang terus terjadi setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026.

BNPB mencatat hingga 22 Agustus 2026 telah terjadi 5.012 gempa susulan dengan magnitudo 1,1 hingga 6,2. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 gempa susulan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Manggarai Jadi Wilayah dengan Pengungsi Terbanyak

Berdasarkan data BNPB, Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni mencapai 41.427 orang.

Selanjutnya, Kabupaten Nagekeo mencatat 34.256 pengungsi, disusul Manggarai Timur sebanyak 31.372 orang.

Sementara itu, gempa tersebut juga telah menimbulkan korban jiwa di sejumlah wilayah. BNPB mencatat korban meninggal dunia terdiri atas 31 orang di Manggarai, 30 orang di Manggarai Timur, sembilan orang di Sikka, dua orang di Ende, satu orang di Manggarai Barat, 13 orang di Nagekeo, dan empat orang di Ngada.

Adapun jumlah korban luka mencapai 1.298 orang, dengan 336 orang di antaranya mengalami luka berat.

Ribuan Personel Dikerahkan

Penanganan dampak gempa terus dilakukan secara bersama-sama. BNPB mencatat sebanyak 5.832 personel TNI, 238 personel Polri, dan 903 relawan dari 104 lembaga telah dikerahkan untuk membantu masyarakat terdampak di berbagai wilayah NTT.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga kemanusiaan juga terus menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak bencana.

Berton mengatakan kolaborasi lintas lembaga menjadi bagian penting dalam penanganan bencana, terutama untuk memastikan kebutuhan dasar dan kesehatan masyarakat terdampak tetap terpenuhi.

"Kolaborasi ini menjadi wujud nyata gotong royong dalam memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi. Kami memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas," kata Berton.

Dengan aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung, BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan terhadap warga yang berada di lokasi terdampak maupun pengungsian. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid