IDNVoice.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyalurkan bantuan dan santunan bagi murid, guru, serta keluarga peserta didik yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut menyasar warga terdampak yang kini berada di lokasi pengungsian maupun mereka yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Salah satu bantuan diberikan kepada 29 anak jenjang PAUD, 229 murid SD, dan 116 murid SMP yang berada di pengungsian SD Inpres Robo, Kecamatan Feri Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Kemendikdasmen menyerahkan goodie bag berisi makanan, antara lain susu, air minum kemasan, dan makanan ringan. Tim Kemendikdasmen juga menyerahkan school kit secara simbolis kepada perwakilan murid jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Sementara itu, family kit diberikan kepada para guru yang berada di lokasi pengungsian.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti mengatakan kehadiran pemerintah dalam situasi darurat menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan anak-anak dan guru tetap mendapatkan perhatian.
"Di tengah kondisi darurat, Kemendikdasmen hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perhatian, dukungan, dan kebutuhan belajar. Bantuan yang kami bawa mungkin sederhana, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami untuk terus hadir bersama anak-anak, guru, dan keluarga yang terdampak bencana," ujar Abdul Mu`ti pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Selain bantuan di lokasi pengungsian, Kemendikdasmen melalui Direktorat Sekolah Dasar turut memberikan santunan kepada guru dan murid yang terdampak langsung gempa bumi.
Santunan senilai Rp2 juta beserta family kit diberikan kepada salah satu guru di SDK Ri’i, Desa Bea Mese, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai. Guru tersebut tertimpa reruntuhan bangunan rumah akibat gempa.
Bantuan juga diberikan kepada salah satu murid kelas V SDK Ri’i yang terkena reruntuhan puing bangunan sekolah. Murid tersebut menerima santunan sebesar Rp1 juta dan school kit.
Dukungan juga diberikan kepada keluarga murid yang meninggal dunia akibat bencana, yakni Febriani Evika Jas, murid kelas V SDK Ri’i.
Kemendikdasmen menyerahkan santunan sebesar Rp5 juta serta bantuan sembako kepada orang tua almarhumah.
Di kesempatan berbeda, Kepala Susteran Misionaria Claris Ruteng Sr. Flaviana Dia, MC, mengungkapkan bahwa kehadiran pemerintah memberikan makna tersendiri bagi para suster, guru, dan peserta didik yang tengah menghadapi masa sulit akibat gempa bumi di Ruteng.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meringankan kebutuhan warga terdampak, tetapi juga membantu memastikan aktivitas pendidikan dan kebutuhan belajar anak-anak tetap mendapatkan dukungan di tengah kondisi darurat.
Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi satuan pendidikan, guru, murid, dan keluarga yang terdampak bencana di wilayah Flores, NTT. [DR]