IDNVoice.com - Pengamat politik sekaligus pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, mengapresiasi respons cepat pemerintah dalam menangani dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Namun, menurut Hendri, kecepatan pemerintah dalam merespons bencana tidak semestinya dipandang sebagai sesuatu yang luar biasa. Respons semacam itu justru harus menjadi standar kerja pemerintahan, terutama ketika menyangkut keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat.
"Gerak cepat pemerintah menangani gempa NTT tentu patut diapresiasi. Tetapi, sebenarnya yang seperti ini memang harus menjadi standar pemerintah," kata Hendri dalam keterangannya pada Minggu, 16 Agustus 2206.
Hendri melihat penanganan gempa NTT menunjukkan bahwa pemerintah sebenarnya mampu menggerakkan berbagai sumber daya secara cepat ketika menghadapi situasi darurat.
"Artinya, pemerintah bisa cepat. Bisa langsung bergerak, bisa mengoordinasikan berbagai unsur ketika memang dibutuhkan," ujarnya.
Salah satu hal yang mendapat perhatian Hendri adalah keterlibatan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam memantau perkembangan penanganan gempa di NTT.
Menurut dia, pemantauan langsung dari pemerintah pusat penting untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
"Teddy mengecek, memastikan perkembangan penanganannya seperti apa. Hal seperti ini kelihatannya sederhana, tetapi dalam kondisi bencana memang harus dilakukan," katanya.
Hendri menilai koordinasi semacam itu menjadi penting karena penanganan bencana membutuhkan keputusan cepat, baik dalam pengerahan personel maupun pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Meski mengapresiasi respons pemerintah, Hendri mengingatkan agar kecepatan tersebut tidak berhenti pada fase awal bencana ketika perhatian publik masih sangat besar.
Menurut dia, tantangan sebenarnya justru muncul setelah situasi mulai mereda dan sorotan media serta masyarakat berkurang.
"Biasanya yang juga penting itu setelah hari-hari pertama. Jangan cepatnya hanya ketika semua mata sedang melihat. Pemulihan masyarakat juga harus dikawal sampai selesai," katanya.
Ia berharap pola respons cepat yang terlihat dalam penanganan gempa NTT dapat diterapkan pemerintah ketika menghadapi berbagai persoalan lain yang membutuhkan keputusan dan tindakan segera.
"Kalau untuk kondisi seperti ini pemerintah bisa bergerak cepat, ya bagus. Tinggal kemudian kecepatan seperti ini dijadikan kebiasaan, bukan pengecualian," ujar Hendri.
Hendri menilai masyarakat pada akhirnya tidak hanya membutuhkan pernyataan pemerintah, tetapi ingin melihat secara langsung kehadiran negara melalui bantuan yang cepat dan koordinasi yang efektif.
"Komunikasi pemerintah akan jauh lebih kuat kalau masyarakat melihat sendiri negara hadir. Tidak perlu terlalu banyak mengatakan pemerintah bekerja kalau memang kerja itu terlihat," ujarnya.
Menurutnya, konsistensi dalam memberikan respons cepat juga dapat menjadi modal penting untuk membangun kembali kepercayaan publik.
Masyarakat, kata Hendri, akan menilai pemerintah dari tindakan yang mereka rasakan secara langsung, bukan semata-mata dari narasi yang disampaikan.
"Kalau pola gerak cepat seperti ini bisa konsisten, masyarakat yang akan menilai. Pemerintah tidak perlu sibuk meminta pujian," tegasnya. [DR]