Evaluasi Total Usai Lima Peserta Meninggal, Kemhan Hentikan Latsarmil SPPI dan Ubah Skema Pelatihan

Selasa, 30 Juni 2026 13:54 WIB
Diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu, 17 Juni 2026. (IDNVoice/Instagram-kemhanri)
Diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu, 17 Juni 2026. (IDNVoice/Instagram-kemhanri)

IDNVoice.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menghentikan pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Kebijakan itu diambil setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan evaluasi menyeluruh menyusul meninggalnya lima peserta selama pelatihan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, Kemhan kini mengubah pendekatan pelatihan yang sebelumnya menggunakan konsep latihan dasar kemiliteran.

"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," kata Rico pada Senin, 29 Juni 2026.

Menurut Rico, perubahan tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap sistem pembelajaran agar pelatihan lebih sesuai dengan kebutuhan peserta sebagai calon pengelola koperasi. Seiring perubahan itu, berbagai aktivitas fisik dan materi yang bersifat militer akan dikurangi.

"Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini," ujarnya.

Ia menegaskan, fokus pelatihan kini diarahkan pada pembentukan karakter dan kemampuan kepemimpinan peserta. "Fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi," kata Rico.

Selain mengubah materi pelatihan, Kemhan juga memastikan aspek kesehatan peserta menjadi perhatian utama agar proses pendidikan berlangsung aman dan tertib. Evaluasi itu, kata Rico, menjadi bagian dari langkah perbaikan menyeluruh yang diperintahkan Menteri Pertahanan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid