Tutup Munas-Konbes, Prabowo: Saya Selalu Merasa Nyaman dan Aman di Tengah NU

Selasa, 23 Juni 2026 17:34 WIB
Tangkapan layar: Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya di Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. (IDNVoice/YouTube-Sekretariat Presiden)
Tangkapan layar: Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya di Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. (IDNVoice/YouTube-Sekretariat Presiden)

IDNVoice.com - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 di Kabupaten Bangkalan, Selasa (23 Juni 2026). Menurutnya, NU merupakan organisasi yang telah akrab dengan kehidupannya sejak masa kecil.

"Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Nyaman dan aman, merasa aman. Sambutan yang demikian besar kepada saya. Memang saya kenal keluarga besar Nahdlatul Ulama dari sejak kecil," ujar Prabowo.

Presiden menuturkan kedekatannya dengan NU tidak terlepas dari latar belakang keluarga dan hubungan yang telah terjalin sejak lama. Ia mengaku pernah bertetangga dengan keluarga Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid, saat tinggal di Jakarta. Selain itu, neneknya juga berasal dari lingkungan NU.

"Dulu saya tetangganya keluarga Gus Dur di Jakarta, dan eyang saya, eyang putri saya memang dari NU," ucapnya.

Dalam sambutannya, Prabowo juga menilai NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki karakter kuat dalam menjaga nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme. Menurutnya, kecintaan terhadap tanah air telah menjadi bagian dari tradisi NU sejak sebelum Indonesia merdeka.

Ia mencontohkan lagu Syubbanul Wathan yang hampir selalu dinyanyikan dalam berbagai kegiatan NU sebagai simbol semangat kebangsaan yang terus dijaga.

"Saya perhatikan lagu Syubbanul Wathan tidak pernah tidak dinyanyikan. Terima kasih. Bahkan nyanyinya itu tangannya pun harus kepalan, ini luar biasa ini. Ini belum ada Kopassus, NU sudah lebih dari Kopassus. TNI kan ada itu, kalau foto, salam komando. NU sudah dulu sebelum kemerdekaan sudah salam komando itu," kata Prabowo seraya tersenyum yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas undangan dan sambutan yang diberikan keluarga besar NU dalam penutupan Munas-Konbes NU 2026. Menurutnya, NU selama ini selalu hadir ketika bangsa Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan berperan penting sebagai faktor stabilisator dalam menjaga keamanan serta persatuan bangsa.

Prabowo menilai para kiai dan ulama NU memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan. Karena itu, mereka dinilai memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.

Presiden juga menegaskan adanya hubungan erat antara ulama, pemerintah, tentara, dan kepolisian karena seluruh unsur tersebut lahir dari rakyat dan memiliki pemahaman yang sama terhadap kondisi masyarakat.

"Para kiai dan para ulama merasakan apa yang dirasakan rakyat paling bawah. Karena itu ada suatu perkembangan alamiah, karena tentara, pejuang, polisi, dan aparat juga berasal dari rakyat, karena itu ulama, pemerintahan, tentara, kepolisian sesungguhnya paham dan mengerti perasaan rakyat," ucap Presiden.

Pernyataan tersebut menegaskan pandangan Prabowo bahwa sinergi antara ulama, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid