IDNVoice.com - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional setelah dinobatkan sebagai kampus Islam terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings (QS WUR) 2027.
Dalam daftar yang dirilis QS WUR, UMY menjadi satu-satunya perguruan tinggi Islam di Indonesia yang berhasil masuk dalam pemeringkatan tahun 2027. Secara nasional, UMY menempati peringkat ke-14 dari 20 perguruan tinggi Indonesia yang memperoleh pengakuan global dan tercatat sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik kedua di Indonesia.
Rektor UMY Prof. Achmad Nurmandi mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Jajaran pimpinan berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran, inovasi, dan hilirisasi penelitian. Komitmen ini diikuti dengan kesadaran dan kemampuan sivitas akademika dalam meningkatkan capaian kinerja untuk memenuhi standar mutu, baik nasional maupun internasional," kata Nurmandi di Yogyakarta pada Kamis, 18 Juni 2026.
Berdasarkan data QS WUR 2027, performa UMY menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Skor universitas tersebut tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.
Peningkatan paling mencolok terjadi pada indikator International Research Network dan Employment Outcomes yang masing-masing tumbuh hingga 100 persen. Sementara itu, indikator Employer Reputation meningkat sebesar 83 persen.
Capaian tersebut memperlihatkan semakin kuatnya jejaring riset internasional UMY, meningkatnya daya saing lulusan di dunia kerja, serta bertambahnya kepercayaan para pengguna lulusan terhadap kualitas alumni kampus tersebut.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan ke depan, UMY menargetkan dapat menembus jajaran 1.000 universitas terbaik dunia. Untuk mencapai target tersebut, universitas akan fokus memperkuat kualitas akademik, meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri, serta memperluas kerja sama internasional.
"Harapannya, kami bisa masuk ke jajaran top 1.000 universitas dunia. Kami akan terus memperkuat kualitas akademik dan meningkatkan kuantitas serta kualitas kemitraan internasional di berbagai benua," ujar Nurmandi.
Wakil Rektor Bidang Mutu, Reputasi, dan Kemitraan UMY, Prof. Slamet Riyadi, menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi seluruh unit kerja di lingkungan kampus dalam memenuhi standar internasional yang semakin kompetitif.
"UMY secara konsisten meraih reputasi dunia. Ini membuktikan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah `Aisyiyah (PTMA) mampu bersaing di tingkat global dengan tetap mengimplementasikan nilai-nilai Islam," kata Slamet.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Reputasi Global UMY, Dr. Mega Hidayati, menjelaskan bahwa persaingan dalam pemeringkatan QS WUR tahun ini berlangsung semakin ketat.
Menurut Mega, dari total 8.808 institusi pendidikan tinggi di 106 negara yang dievaluasi, hanya 1.504 institusi atau sekitar 17 persen yang berhasil masuk dalam daftar pemeringkatan resmi QS WUR 2027.
Ia juga menyoroti berkurangnya jumlah perguruan tinggi Indonesia yang berhasil menembus pemeringkatan tersebut.
"Jika tahun lalu terdapat 26 universitas dari Indonesia yang menembus QS WUR, kini hanya tersisa 20 institusi. Hal ini membuktikan UMY memiliki daya saing global yang konsisten," kata Mega.
Prestasi ini semakin memperkuat posisi UMY sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional, sekaligus menunjukkan bahwa institusi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam dapat tampil kompetitif di tengah ketatnya persaingan pendidikan tinggi global. [DR]