IDNVoice.com - Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, mengutip sejumlah sumber yang menyebut komentar Trump sebagai "upaya untuk menggambarkan kemenangan yang direkayasa."
Sumber senior Iran yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan bahwa rancangan kesepakatan saat ini tidak mencakup isu nuklir.
Dikutip dari Reuters, Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran, Esmaeil Baghaei, juga menyatakan di televisi pemerintah bahwa pengelolaan Selat Hormuz harus diputuskan oleh Iran dan Oman.
Menurut Fars, Selat Hormuz akan dibuka kembali sesuai syarat yang ditetapkan Teheran setelah Amerika Serikat mencabut blokade terhadap kapal-kapal Iran.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan bahwa pencabutan blokade tersebut akan dilakukan secara bertahap apabila kesepakatan tercapai.
Fars juga melaporkan adanya kesepakatan untuk membebaskan aset Iran yang dibekukan senilai 12 miliar dolar AS.
Namun Trump menegaskan bahwa tidak akan ada pertukaran uang "hingga pemberitahuan lebih lanjut", yang kemungkinan merujuk pada tuntutan Iran terkait pembayaran biaya pelayaran di Selat Hormuz, kompensasi kerusakan akibat perang, atau pencairan aset yang dibekukan. [DR]