Trump Segera Putuskan Kesepakatan dengan Iran, Tuntut Pembukaan Selat Hormuz

Sabtu, 30 Mei 2026 12:35 WIB
Kapal penarik Basim berbendera Iran berlayar dekat kapal yang berlabuh di Selat Hormuz. (AFP)
Kapal penarik Basim berbendera Iran berlayar dekat kapal yang berlabuh di Selat Hormuz. (AFP)

IDNVoice.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan pada Jumat, 29 Mei 2026 bahwa ia akan segera mengambil keputusan terkait usulan kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.

Namun, Amerika dan Iran masih tampak memiliki perbedaan pandangan mengenai sejumlah isu penting yang menjadi inti konflik.

Trump menyatakan pada bahwa ia akan menggelar pertemuan di ruang aman Gedung Putih untuk membuat "keputusan akhir" mengenai proposal tersebut.

Kesepakatan itu akan memperpanjang gencatan senjata yang dimulai pada awal April selama 60 hari lagi, guna memberikan waktu bagi para negosiator untuk merumuskan penyelesaian permanen atas perang yang berlangsung.

Dikutip dari Reuters, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pertemuan di Situation Room berlangsung sekitar dua jam, tetapi tidak mengonfirmasi apakah Trump telah mengambil keputusan.

"Presiden Trump hanya akan menyetujui kesepakatan yang baik bagi Amerika Serikat dan memenuhi garis merah yang telah ditetapkan. Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir," katanya.

Sementara itu, seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan sudah hampir tercapai, meskipun belum mendapatkan persetujuan akhir.

Namun, Trump juga menegaskan bahwa Iran harus mengakhiri kontrol ketatnya atas Strait of Hormuz serta membongkar kapasitasnya untuk memproduksi senjata nuklir—dua syarat yang hingga kini belum disetujui Teheran.

"Iran harus setuju bahwa mereka tidak akan pernah memiliki senjata atau bom nuklir. Selat Hormuz harus segera dibuka tanpa pungutan biaya dan bebas dilalui kapal-kapal dari kedua arah," ujar Trump.

Ia juga menambahkan bahwa material nuklir Iran akan "ditemukan dan diamankan" oleh Amerika Serikat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid