Viral Gajah Borneo Terdiam Dapati Rumahnya Jadi Lahan Sawit: Warganet: Simbol Kesedihan Alam Kalimantan

Selasa, 26 Mei 2026 22:26 WIB
Tampak seekor gajah Borneo berdiri diam di tengah area hutan yang telah gundul. (IDNVoice/Kolase)
Tampak seekor gajah Borneo berdiri diam di tengah area hutan yang telah gundul. (IDNVoice/Kolase)

IDNVoice.com - Sebuah video yang menampilkan seekor gajah di wilayah Borneo (Kalimantan) menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seekor gajah tampak berdiri diam dalam waktu lama di tengah area hutan yang telah gundul, memunculkan gelombang keprihatinan dari warganet dan pemerhati lingkungan.

Setelah dilakukan penelusuran, tim IDNVoice.com medapati bahwa video itu pertama kali dibagikan oleh fotografer satwa liar Aaron Baggenstos pada Senin, 29 Desember 2025.

"Sebuah adegan dari Borneo yang hampir berharap tidak dilihat," tulis Aaron Baggenstos dalam bahasa Inggris di unggahan Instagramnya.

Hari ini video itu kembali ramai diperbincangkan dan memicu berbagai reaksi warganet. Banyak yang menyebut momen itu sebagai "simbol kesedihan alam Kalimantan", sementara lainnya menyoroti pentingnya perlindungan habitat gajah yang semakin terfragmentasi.

Tagar bertema konservasi dan perlindungan hutan juga ikut mencuat, dengan ajakan agar pemerintah dan pihak terkait memperketat perlindungan kawasan hutan tersisa.

Borneo sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Namun, alih fungsi hutan untuk perkebunan dan pembangunan disebut terus mempersempit ruang hidup satwa liar.

Gajah di wilayah Kalimantan umumnya merupakan bagian dari populasi gajah Asia yang tersisa di Indonesia. Habitat mereka terus menyusut akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan aktivitas manusia lainnya.

Kerusakan hutan di Kalimantan telah lama menjadi perhatian, karena berdampak langsung pada jalur jelajah satwa besar seperti gajah yang membutuhkan wilayah sangat luas untuk mencari makan dan air.

Para ahli konservasi mengingatkan bahwa gajah merupakan spesies kunci dalam ekosistem hutan. Hilangnya mereka atau terganggunya habitat akan berdampak besar pada keseimbangan ekosistem, termasuk regenerasi hutan itu sendiri.

Upaya perlindungan habitat dan koridor jelajah satwa dinilai menjadi kunci untuk mencegah konflik manusia-satwa serta menjaga populasi gajah di masa depan. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid