IDNVoice.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa kemungkinan kesepakatan antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan kini sebagian besar telah dinegosiasikan.
Pernyataan ini memunculkan harapan bahwa ketegangan di kawasan dapat mereda setelah serangkaian upaya diplomatik yang melibatkan banyak negara.
Dikutip dari Al Jazeera, Nota kesepahaman (MoU) yang diusulkan dilaporkan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi distribusi minyak mentah dan gas dunia, serta pembicaraan untuk secara resmi mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran.
Namun, meskipun Trump menyampaikan pernyataan optimistis, pejabat Iran mengatakan masih ada perbedaan besar, terutama terkait status Selat Hormuz, program nuklir Iran, dan konflik yang melibatkan kelompok-kelompok sekutu Iran di Lebanon.
Lalu, bagaimana tanggapan Iran soal klaim Donal Trump soal AS dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan untuk mengakhiri perang?
Pejabat Iran mengonfirmasi bahwa negosiasi memang sedang berlangsung dan telah ada sejumlah kemajuan. Namun mereka membantah beberapa klaim Trump.
Menurut kantor berita semi-resmi Tasnim, nota kesepahaman antara Teheran dan Washington mencakup peta jalan untuk mengakhiri perang di seluruh front, dengan AS bersedia melonggarkan sanksi terhadap minyak Iran selama proses negosiasi berlangsung.
Iran disebut belum menyetujui tindakan apa pun terkait program nuklirnya. Tasnim menambahkan bahwa potensi kesepakatan tersebut memberi waktu 30 hari untuk penyelesaian isu Selat Hormuz dan 60 hari untuk pembicaraan nuklir.
Sementara itu, kantor berita Fars melaporkan bahwa Iran akan tetap mengelola Selat Hormuz dan menyebut klaim Trump mengenai jalur laut itu “tidak sesuai dengan kenyataan”.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut proposal terbaru itu sebagai “kesepakatan kerangka” atau MoU yang baru menetapkan prinsip-prinsip umum sebelum rincian teknis dinegosiasikan dalam 30 hingga 60 hari.
“Arah pembicaraan minggu ini mengarah pada pengurangan perselisihan, tetapi masih ada isu-isu yang harus dibahas melalui mediator. Kita harus menunggu beberapa hari ke depan untuk melihat bagaimana situasinya berakhir,” kata Baghaei.
Ia menambahkan bahwa prioritas utama Teheran saat ini adalah mengakhiri perang, menghentikan kemungkinan serangan AS di masa depan, dan menghentikan pertempuran di Lebanon. [DR]