IDNVoice.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa kemungkinan kesepakatan antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan kini sebagian besar telah dinegosiasikan.
Pernyataan ini memunculkan harapan bahwa ketegangan di kawasan dapat mereda setelah serangkaian upaya diplomatik yang melibatkan banyak negara.
Dikutip dari Al Jazeera, Nota kesepahaman (MoU) yang diusulkan dilaporkan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi distribusi minyak mentah dan gas dunia, serta pembicaraan untuk secara resmi mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran.
Lalu, apa yang sebenarnya dikatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas klaim kespekatan dengan Iran?
Trump menulis di platform media sosialnya, Truth Social, pada Sabtu bahwa sebuah kesepakatan antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan beberapa negara lain di kawasan sebagian besar telah dinegosiasikan, dan rincian akhirnya akan segera diumumkan.
“Sebuah Kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, tinggal menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lainnya,” tulis Trump.
Ia mengatakan usulan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, yang praktis tertutup bagi sebagian besar pelayaran sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari.
Trump menyebut proposal itu sebagai “Nota Kesepahaman terkait Perdamaian” dan mengatakan diskusi tersebut melibatkan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain.
Trump juga mengatakan dirinya berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan percakapan itu “berjalan sangat baik”.
Sumber yang berbicara kepada Reuters mengatakan kerangka kesepakatan tersebut akan berjalan bertahap: mengakhiri perang secara resmi, menyelesaikan krisis Selat Hormuz, lalu membuka jendela negosiasi selama 30 hari untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih luas, yang bisa diperpanjang.
Axios melaporkan bahwa Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan yang mencakup tidak adanya pungutan bagi kapal yang melintasi selat tersebut, sementara Iran tetap dapat menjual minyaknya secara bebas.
Sebagai imbalannya, AS akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan melonggarkan sebagian sanksi terhadap minyak Iran. Draft kesepakatan itu juga disebut mencakup komitmen Iran untuk tidak pernah mengembangkan senjata nuklir.
Sementara itu, The New York Times melaporkan bahwa draft tersebut juga memuat “komitmen awal” Iran untuk menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya tingkat tinggi. Namun rincian mekanisme penyerahan material itu akan dibahas pada tahap negosiasi berikutnya. [DR]