IDNVoice.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengingatkan potensi musim kemarau 2026 di DIY lebih kering dari kondisi normal akibat pengaruh fenomena El Nino.
Pemerintah daerah dan masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini menghadapi dampak yang ditimbulkan.
Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama di wilayah yang rawan mengalami kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, serta penurunan ketersediaan air bersih selama musim kemarau.
"Wilayah yang rentan terhadap kekeringan meteorologis, kebakaran lahan, dan keterbatasan air bersih perlu meningkatkan langkah antisipasi sejak dini," ujarnya di Yogyakarta pada Kamis, 21 Mei 2026.
BMKG memprediksi fenomena El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat berpotensi muncul setelah pertengahan tahun 2026 dengan peluang sekitar 50 hingga 60 persen. Kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada penurunan curah hujan, khususnya di wilayah DIY.
Reni menjelaskan musim kemarau tahun ini diproyeksikan masuk kategori bawah normal, yakni curah hujan selama musim kemarau diperkirakan lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis tahunan.
Menurut BMKG, dampak kekeringan mulai berpotensi dirasakan sejak Juni 2026 dan diperkirakan meningkat pada periode Juli hingga Oktober 2026 seiring menguatnya pengaruh El Nino terhadap pola cuaca di Indonesia.
Menghadapi kondisi tersebut, sektor pertanian diminta mulai menyesuaikan pola tanam agar risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air dapat diminimalkan.
"Petani perlu menyiapkan pola tanam yang sesuai serta melakukan pengelolaan sumber daya air secara lebih efisien," kata Reni.
Selain sektor pertanian, pemerintah daerah juga diimbau memperkuat mitigasi terhadap ancaman kebakaran lahan dan potensi krisis air bersih di sejumlah wilayah rawan kekeringan.
BMKG turut mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. [DR]