IDNVoice.com - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto mengungkapkan Universitas Republik Indonesia (URI) akan memprioritaskan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sebagai strategi mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Aris mengatakan Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap pembangunan kualitas SDM. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, tetapi masih perlu memperkuat kemampuan sumber daya manusia, terutama dalam penguasaan teknologi.
"Oleh karena itu, Pak Presiden ya fokus mengedepankan universitas yang berbasis pada STEM, Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Ya dengan demikian, bangsa ini akan menguasai teknologi sendiri," kata Aris di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis, 23 Juli 2026.
Ia menjelaskan penguatan pendidikan berbasis STEM diharapkan mampu mendorong Indonesia menjadi negara yang menguasai teknologi secara mandiri, sehingga tidak hanya menjadi pasar bagi produk dan teknologi dari negara lain.
Aris juga mengungkapkan dirinya baru saja berdiskusi dengan sekitar 20 rektor perguruan tinggi negeri. Dalam pertemuan tersebut, salah satu agenda utama yang dibahas adalah strategi memajukan penguasaan teknologi nasional agar Indonesia semakin mandiri.
Selain fokus pada STEM, Universitas Republik Indonesia juga akan membuka berbagai program studi lain, termasuk di bidang kesehatan dan kedokteran.
"Salah satunya fokusnya ke situ (STEM), tetapi prodi-prodi yang lain tentunya juga akan banyak. Misalnya kesehatan, kedokteran," ujarnya.
Menurut Aris, pengembangan pendidikan kedokteran menjadi kebutuhan mendesak karena rasio dokter di Indonesia masih jauh dari standar ideal.
Ia menyebut rasio dokter di Indonesia sekitar 0,47 per 1.000 penduduk di wilayah perkotaan dan sekitar 0,27 per 1.000 penduduk di wilayah pedesaan, sedangkan standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencapai satu dokter per 1.000 penduduk.
"Kita juga perlu kedokteran itu harus ditingkatkan karena kan sangat kurang sekali ya. Itu 1 banding 1.000, itu idealnya PBB ya, WHO, tetapi kan kita kalau enggak salah hanya 0,47 ya itu di perkotaan, mungkin 0,27 di pedesaan. Ya ini sangat kurang sekali. Oke ya, nanti kita selesaikan," kata Aris.
Terkait mekanisme perekrutan mahasiswa maupun aspek teknis penyelenggaraan Universitas Republik Indonesia, Aris mengatakan penjelasan lebih rinci akan disampaikan oleh Gubernur URI, Donny Ermawan Taufanto. [DR]