1.765 Pelari dari 15 Negara Taklukkan Jalur Vulkanik Gunung Tangkuban Perahu

Rabu, 16 September 2026 14:41 WIB
Para peserta yang menyemarakkan gelaran Volcano Trail Championship (VOTCHA) 2026 yang berlangsung di Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat pada Minggu, 13 September 2026. (IDNVoice/VOTCHA)
Para peserta yang menyemarakkan gelaran Volcano Trail Championship (VOTCHA) 2026 yang berlangsung di Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat pada Minggu, 13 September 2026. (IDNVoice/VOTCHA)

IDNVoice.com - Gunung Tangkuban Perahu bukan hanya menjadi destinasi wisata alam. Pada 12–13 September 2026, kawasan vulkanik di Jawa Barat tersebut berubah menjadi arena adu ketahanan bagi 1.765 pelari dari 15 negara dalam ajang Volcano Trail Championship (VOTCHA) 2026.

Mengusung konsep Ring of Fire, VOTCHA 2026 hadir dengan misi membawa sport tourism Indonesia ke panggung global. Ajang tersebut memadukan olahraga lari lintas alam dengan kekayaan alam, komunitas, gaya hidup, serta aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Director VOTCHA 2026 Nur Wahyu Widayatno mengatakan ajang perdana tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi kawasan vulkanik Indonesia melalui olahraga trail running.

"Indonesia memiliki gunung api, alam, dan komunitas trail running yang luar biasa. Kami ingin VOTCHA menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kawasan vulkanik Indonesia kepada dunia melalui olahraga," ujar Wahyu dalam keterangan resminya pada Rabu, 16 September 2026.

Menembus Hutan hingga Kawah Domas

Tantangan peserta tidak sekadar mengandalkan kecepatan. Jalur VOTCHA 2026 dirancang untuk membawa pelari menjelajahi beragam karakter lanskap di kawasan Gunung Tangkuban Perahu.

Race Director VOTCHA 2026 Rahman Mukhlis menerangkan, jalur lomba melintasi kawasan vulkanik aktif, hutan tropis yang lebat, perkebunan teh hijau, hingga area Kawah Domas. Menurut Rahman, karakter lintasan tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan ajang trail running lainnya.

Di tengah tantangan medan, penyelenggara juga membawa filosofi “Santai Tapi Sampai” sebagai pesan utama bagi seluruh peserta. Filosofi tersebut diterapkan dengan mengakomodasi peserta dari berbagai tingkat kemampuan.

Lima kategori disiapkan, yakni 45K dengan elevasi +2.700 meter, 25K +1.241 meter, 10K +636 meter, 5K +232 meter, serta Kids Dash 700 meter. Dengan pilihan tersebut, VOTCHA tidak hanya menyasar elite runner dan experienced trail runner, tetapi juga recreational runner hingga anak-anak.

Dari Olahraga hingga Ekonomi Lokal

VOTCHA 2026 tidak berhenti pada kompetisi lari. Penyelenggara membawa misi jangka panjang untuk memperluas pengenalan olahraga trail running di Indonesia sekaligus mendorong gaya hidup sehat. Edukasi lingkungan dan dukungan terhadap perekonomian masyarakat lokal juga menjadi bagian dari misi berkelanjutan ajang tersebut.

Konsep yang menggabungkan olahraga, alam, komunitas, gaya hidup, dan UMKM diharapkan dapat membangun ekosistem sport tourism yang lebih kuat. Ajang yang untuk pertama kalinya digelar ini juga diharapkan dapat menjadi bagian integral dari pengembangan sport tourism nasional.

Penyelenggara menargetkan VOTCHA dapat masuk dalam agenda resmi Calendar of Event Pariwisata Indonesia, sekaligus menjadi magnet baru bagi pelari mancanegara. Tidak berhenti di Tangkuban Perahu, pengalaman VOTCHA diharapkan membuka jalan bagi lebih banyak pelari internasional untuk mengeksplorasi destinasi gunung api ikonis Indonesia lainnya, seperti Tambora, Semeru, dan Rinjani pada masa mendatang.

Dengan ribuan pelari dari berbagai negara yang telah menjajal jalur vulkanik Tangkuban Perahu, VOTCHA 2026 menjadi langkah awal untuk mempertemukan potensi alam Indonesia dengan geliat olahraga trail running di level internasional. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid