IDNVoice.com - Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata lintas batas Indonesia-Malaysia. Potensi tersebut semakin terbuka seiring rencana penguatan konektivitas kawasan perbatasan.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sambas menilai Temajuk memiliki modal kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi Cross-Border Tourism, terutama karena kawasan tersebut menawarkan perpaduan wisata laut dan darat dengan lingkungan alam yang masih asri.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sambas Dedy Zulkarnaen mengatakan karakter masyarakat Temajuk dan wilayah Malaysia yang berbatasan dengannya memang memiliki sejumlah kemiripan. Namun, terdapat perbedaan dari sisi budaya, alam hingga produk lokal yang dapat dikemas menjadi paket wisata bersama.
"Temajuk sangat dimungkinkan menjadi wisata lintas batas atau antarnegara. Walaupun mungkin karakter masyarakatnya hampir sama, dari sisi budaya, alam dan produk-produknya ada perbedaan yang bisa dijadikan sebuah paket wisata," kata Dedy pada Senin, 14 September 2026.
Dedy mengatakan keberadaan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk-Telok Melano dapat membuka peluang lebih besar bagi pengembangan konsep wisata lintas negara dengan kawasan Telok Melano, Sarawak, Malaysia.
Peluang tersebut semakin terbuka seiring berkembangnya tren wisata perbatasan atau Border Experience.
Temajuk dapat menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang tidak hanya ingin menikmati keindahan alam, tetapi juga merasakan kehidupan masyarakat yang berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Menurut Dedy, paket wisata yang dikembangkan tidak harus terpaku pada satu jenis atraksi. Perpaduan ekowisata, wisata bahari, wisata alam, gastronomi, budaya hingga wisata religi dinilai lebih potensial untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan.
Salah satu potensi yang dapat menjadi daya tarik unggulan adalah ekowisata penyu. Kekayaan alam yang masih terjaga dinilai menjadi modal penting untuk membangun citra Temajuk sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan.
Dedy melihat pasar wisatawan asal Malaysia juga memiliki potensi besar untuk digarap.
Saat ini memang belum ada pembicaraan khusus antara pemerintah Indonesia dan Malaysia mengenai paket wisata Temajuk-Telok Melano. Namun, sejumlah biro perjalanan telah menawarkan paket perjalanan yang menghubungkan destinasi Indonesia dan Malaysia.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang pasar yang dapat dikembangkan lebih lanjut apabila konektivitas dan fasilitas di kawasan Temajuk semakin diperkuat.
Meski memiliki potensi besar, pengembangan Temajuk sebagai destinasi wisata lintas negara masih menghadapi sejumlah tantangan.
Infrastruktur, ketersediaan listrik, jaringan telekomunikasi, amenitas, hingga kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan yang harus diperkuat.
"Untuk saat ini kendalanya antara lain infrastruktur, listrik, telekomunikasi, amenitas dan peningkatan SDM," ujar dia.
Dari sisi kunjungan, aktivitas wisata di Temajuk juga belum berlangsung signifikan sepanjang waktu. Jumlah wisatawan cenderung meningkat pada akhir pekan dan periode libur panjang.
Karena itu, pengembangan fasilitas perlu dipersiapkan sejak awal untuk mengantisipasi peningkatan jumlah wisatawan apabila konektivitas perbatasan semakin terbuka.
Selain pembangunan infrastruktur, kesiapan masyarakat menjadi faktor penting dalam pengembangan Temajuk.
Pelaku usaha lokal perlu diperkuat, mulai dari kemampuan memberikan pelayanan, berkomunikasi dengan wisatawan asing, mengelola usaha, hingga memahami standar pelayanan pariwisata.
Dedy berharap penguatan konektivitas perbatasan yang disertai dukungan pemerintah dapat membuat Temajuk naik kelas dari sekadar tujuan wisata domestik menjadi salah satu pintu masuk pengalaman wisata lintas negara di Kalimantan.
"Dengan penguatan konektivitas perbatasan dan dukungan pemerintah, Temajuk diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata domestik, tetapi berkembang sebagai pintu pengalaman wisata lintas negara yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Sarawak," katanya.
Jika terealisasi, konsep tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha dan masyarakat di kawasan perbatasan Sambas. [DR]