Bansos Bakal Disalurkan Lewat KDKMP, Kemensos Matangkan Skema Bersama Himbara dan PT Pos

Senin, 19 Oktober 2026 09:56 WIB
Ilustrasi: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Pasuruhan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. (IDNVoice/Google Maps-Danang Ardiayansah)
Ilustrasi: Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Pasuruhan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. (IDNVoice/Google Maps-Danang Ardiayansah)

IDNVoice.com – Pemerintah mulai mematangkan rencana penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Skema ini diharapkan mempermudah penerima bantuan sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.

Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono mengatakan, mekanisme penyaluran bansos melalui KDKMP masih dalam tahap pematangan. Pemerintah perlu menyinergikan sistem transaksi dengan bank penyalur, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta PT Pos Indonesia.

"Skemanya memang direncanakan begitu. Semuanya akan ditransaksikan di Koperasi Desa/Kota Merah Putih (KDKMP). Namun, mekanismenya harus dimatangkan supaya ketika operasional tidak ada kendala," katanya di Magelang pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Agus Jabo memantau operasional sejumlah KDKMP di Kabupaten Magelang.

Ia menyebut pemerintah mulai mengecek mekanisme transaksi bersama BNI dan menyiapkan pengujian langsung di lapangan sebelum skema tersebut diterapkan secara lebih luas.

Pemerintah berharap penyaluran bansos melalui KDKMP dapat memberikan kemudahan akses bagi penerima manfaat. Namun, waktu pelaksanaannya masih menunggu kesiapan mekanisme dan koordinasi seluruh pihak terkait.

Wakil Bupati Magelang Sahid menilai regulasi penyaluran bansos melalui KDKMP perlu disiapkan secara bertahap dan matang agar pelaksanaannya berjalan lancar.

"Pemerintah harus aktif mensosialisasikan program dari KDKMP ini, dan tentunya kami sebagai Pemerintahan Kabupaten Magelang akan ikut mendampingi KDKMP, karena tujuannya untuk keuntungan masyarakat," katanya.

Sahid menyebut sebanyak 50 KDKMP di Kabupaten Magelang telah diluncurkan. Meski demikian, operasionalnya belum berjalan optimal karena ketersediaan stok barang masih terbatas.

Kepala Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Iksan Maksum, mengatakan lokasi KDKMP yang berada di tengah permukiman menjadi keunggulan karena mudah dijangkau masyarakat. Harga kebutuhan pokok yang relatif terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri.

"Yang masih menjadi kendala itu stok dan kelengkapan barang. Kalau barangnya sudah komplet, insya Allah kita optimistis akan berjalan dengan baik," katanya.

Menurut Iksan, rencana penyaluran bansos melalui KDKMP berpotensi meningkatkan aktivitas usaha koperasi. Penerima bantuan nantinya dapat mengakses layanan yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

"Menurut saya malah lebih bagus lagi. Masyarakat bisa langsung, entah itu tarik tunai atau membelanjakan barangnya di sini. Lokasinya dekat dan waktunya lebih panjang dibandingkan kalau pelayanan dilakukan di desa," katanya.

Meski demikian, Iksan mengingatkan keterbatasan jumlah pengurus perlu diantisipasi agar pelayanan tidak menumpuk. Pengaturan jadwal atau antrean penerima manfaat secara bertahap dapat menjadi salah satu solusi.

Dengan demikian, keberhasilan skema penyaluran bansos melalui KDKMP tidak hanya bergantung pada kesiapan sistem transaksi, tetapi juga ketersediaan barang, kecukupan petugas, serta koordinasi antara pemerintah dan lembaga penyalur. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid