IDNVoice.com - Kegagalan Tim Nasional (Timnas) Indonesia menembus semifinal Piala AFF 2026 menjadi sorotan. Anggota Komisi XIII DPR RI Franciscus Sibarani meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan naturalisasi atlet sebagai bagian dari pembenahan sepak bola nasional.
Franciscus menilai hasil tersebut harus menjadi momentum untuk melihat kembali arah pembangunan sepak bola Indonesia, termasuk mekanisme dan pertimbangan dalam pemberian kewarganegaraan kepada pemain naturalisasi.
"Kekalahan ini harus menjadi momentum evaluasi. Tidak hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga bagaimana kita membangun sepak bola Indonesia ke depan, termasuk kebijakan naturalisasi," kata Franciscus dalam keterangannya pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Menurut legislator yang membidangi urusan kewarganegaraan tersebut, naturalisasi tidak boleh menjadi jalan pintas yang justru mengesampingkan potensi pemain lokal.
Jangan Abaikan Talenta Lokal
Franciscus menegaskan pembinaan pemain muda Indonesia harus tetap menjadi fondasi utama dalam pembangunan sepak bola nasional.
"Indonesia tidak kekurangan anak-anak berbakat. Kita harus percaya diri dengan kemampuan anak bangsa sendiri," katanya.
Sebagai anggota Komisi XIII DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Hukum, Franciscus mengatakan pemerintah perlu memastikan proses naturalisasi dilakukan secara jelas, transparan, dan terukur.
Menurut dia, setiap keputusan naturalisasi juga harus mempertimbangkan kepentingan nasional serta dampaknya terhadap pembangunan olahraga dan masa depan generasi muda Indonesia.
"Kita ingin Tim Nasional menang, tetapi jangan sampai demi kemenangan hari ini kita mengorbankan masa depan sepak bola Indonesia. Yang harus kita bangun adalah sistem yang mampu melahirkan pemain-pemain hebat dari anak bangsa sendiri," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir memastikan akan melakukan evaluasi terhadap performa Timnas Indonesia setelah gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.
Indonesia hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Hasil tersebut membuat Indonesia gagal finis di dua posisi teratas. Vietnam menempati posisi pertama dengan 10 poin, sedangkan Singapura berada di posisi kedua dengan delapan poin.
"Kami akan melakukan evaluasi terhadap hasil di ASEAN Championship 2026 agar Timnas Indonesia lebih siap untuk menghadapi sejumlah turnamen penting ke depan," kata Erick.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia sempat unggul melalui Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47. Namun, keunggulan Garuda tidak bertahan hingga akhir setelah Singapura mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-66.
Kegagalan tersebut kini membuka kembali perdebatan mengenai arah pembinaan sepak bola nasional, termasuk sejauh mana kebijakan naturalisasi perlu ditempatkan dalam strategi jangka panjang Timnas Indonesia. [DR]