UEFA Sambut FIFA Batalkan Rencana Jual Saham Piala Dunia kepada Investor Swasta

Sabtu, 01 Agustus 2026 20:45 WIB
Kantor UEFA di Nyon, Swiss. (IDNVoice/AFP)
Kantor UEFA di Nyon, Swiss. (IDNVoice/AFP)

IDNVoice.com - Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menyambut keputusan FIFA membatalkan rencana menjual saham kompetisi-kompetisi utamanya, termasuk Piala Dunia, kepada investor swasta. UEFA menilai keputusan tersebut merupakan kemenangan bagi dunia sepak bola setelah mendapat penolakan luas dari berbagai asosiasi anggota dan pemangku kepentingan.

"UEFA menyambut keputusan FIFA untuk menarik kembali rencananya menjual saham kompetisi-kompetisinya, termasuk Piala Dunia, kepada pihak swasta," demikian pernyataan resmi UEFA pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

UEFA juga menyampaikan apresiasi kepada para suporter, liga, klub, pemain, asosiasi nasional, konfederasi, hingga kepala pemerintahan yang turut menentang rencana tersebut.

Menurut UEFA, penolakan yang datang dari berbagai pihak telah memberikan pesan yang jelas kepada Presiden FIFA Gianni Infantino bahwa sepak bola bukanlah komoditas yang dapat diperjualbelikan.

Meski menyambut baik pembatalan proposal tersebut, UEFA menilai persoalan belum sepenuhnya selesai. Organisasi itu akan bekerja sama dengan asosiasi anggotanya dan konfederasi lain untuk mengevaluasi bagaimana usulan tersebut bisa muncul, sekaligus menyusun langkah agar kebijakan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Sebagai solusi, UEFA mengusulkan agar FIFA memaksimalkan Program FIFA Forward yang telah berjalan guna menyalurkan lebih banyak dana pengembangan kepada 211 asosiasi anggota, tanpa harus menjual kepemilikan atas kompetisi paling bergengsi di dunia.

Sebelumnya, rencana Presiden FIFA Gianni Infantino membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE) untuk mengelola hak komersial kompetisi-kompetisi FIFA memicu gelombang penolakan. UEFA, European Leagues, serta sejumlah konfederasi dan asosiasi nasional menilai skema tersebut berpotensi membuka jalan bagi investor swasta memiliki kepentingan ekonomi jangka panjang atas Piala Dunia dan kompetisi utama FIFA lainnya. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid