Pau Cubarsi Raih Penghargaan Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026, Jadi Bek Pertama dalam Sejarah

Senin, 20 Juli 2026 08:01 WIB
Bek tengah Spanyol, Pau Cubarsi, telah memenangkan Penghargaan Pemain Muda Terbaik FIFA, yang dipersembahkan oleh Aramco, di Piala Dunia FIFA 2026. (IDNVoice/FIFA)
Bek tengah Spanyol, Pau Cubarsi, telah memenangkan Penghargaan Pemain Muda Terbaik FIFA, yang dipersembahkan oleh Aramco, di Piala Dunia FIFA 2026. (IDNVoice/FIFA)

IDNVoice.com - Bek tengah tim nasional Spanyol Pau Cubarsi dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik FIFA yang dipersembahkan oleh Aramco setelah tampil impresif sepanjang Piala Dunia FIFA 2026.

Pemain berusia 19 tahun itu menjadi salah satu sosok kunci di balik keberhasilan La Roja merebut gelar juara dunia kedua usai menundukkan Argentina dengan skor 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada partai final yang berlangsung di New York, New Jersey, Minggu.

Sepanjang turnamen, Cubarsi selalu dipercaya tampil sebagai starter dalam seluruh delapan pertandingan Spanyol. Konsistensinya di lini belakang menjadi salah satu faktor penting yang mengantarkan tim asuhan Luis de la Fuente tampil dominan hingga mengangkat trofi Piala Dunia.

Bek muda tersebut tampil nyaris tanpa cela dan berperan besar dalam membawa Spanyol mencatatkan tujuh clean sheet selama turnamen. Bersama Aymeric Laporte, Cubarsi membentuk duet tangguh di jantung pertahanan sehingga La Roja hanya kebobolan satu gol, yakni saat mengalahkan Belgia 2-1 pada babak perempat final.

Penampilan solid Cubarsi sepanjang kompetisi membuatnya layak menerima penghargaan Pemain Muda Terbaik FIFA yang dipersembahkan oleh Aramco.

Prestasi itu sekaligus mengukir sejarah baru. Cubarsi menjadi bek pertama yang berhasil memenangkan penghargaan tersebut sejak kategori itu diperkenalkan.

Tak hanya itu, pemain berusia 19 tahun tersebut juga masuk dalam daftar eksklusif sebagai satu dari hanya lima pemain remaja dalam sejarah yang berhasil menjuarai Piala Dunia.

Keberhasilan Cubarsi menjadi bukti munculnya generasi baru sepak bola Spanyol yang mampu tampil matang di level tertinggi dan menjadi fondasi penting bagi kesuksesan La Roja kembali menjadi kampiun dunia. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid