Khofifah Minta SPPG Evaluasi Pengiriman Makanan Usai 644 Santri Sidoarjo Keracunan

Jum'at, 04 September 2026 11:19 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjenguk salah satu pasien korban dugaan keracunan di RSI Siti Hajar Sidoarjo pada Kamis, 3 September 2026. (IDNVoice/Antara Foto)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjenguk salah satu pasien korban dugaan keracunan di RSI Siti Hajar Sidoarjo pada Kamis, 3 September 2026. (IDNVoice/Antara Foto)

IDNVoice.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya melakukan evaluasi dan berbenah untuk mencegah terulangnya kasus keracunan makanan yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba`ul Hikam, Sidoarjo.

Khofifah secara khusus meminta SPPG memperhatikan waktu pengiriman makanan setelah ditemukan adanya perbedaan jam pengiriman yang diduga menjadi salah satu faktor dalam peristiwa keracunan terhadap 644 santri yang mengonsumsi makanan dari SPPG Tanggulangin Kali Tengah.

"Ada makanan yang dikirim jam 11.00 lebih, dan dikonsumsi pada jam 12.30-13.00 siang. Ini lah yang kemudian ditemukan ada masalah," kata Khofifah usai mengunjungi pasien korban keracunan yang masih dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo pada Kamis, 3 September 2026.

Khofifah menjelaskan SPPG tersebut tidak hanya melayani Ponpes Manba`ul Hikam, tetapi juga memasok makanan untuk 18 lembaga pendidikan lain di wilayah setempat.

Menurut dia, pada hari kejadian makanan dari SPPG telah selesai dimasak sekitar pukul 05.00 WIB. Sebagian makanan kemudian dikirim pada pukul 07.00 WIB dan pada pukul 10.00 WIB sudah dapat dimanfaatkan oleh penerima.

Makanan yang dikirim dan dikonsumsi oleh penerima di 18 lembaga pendidikan lainnya tersebut, kata Khofifah, tidak menimbulkan dampak.

Temuan mengenai perbedaan waktu pengiriman dan konsumsi makanan tersebut telah dilaporkan Khofifah kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Laporan itu diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

27 Santri Masih Dirawat

Di sisi lain, Khofifah menyampaikan perkembangan kondisi para santri yang menjadi korban. Hingga Kamis, masih terdapat 27 santri Ponpes Manba`ul Hikam yang menjalani perawatan di RSI Siti Hajar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 santri telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan perawatan medis.

"Tiga orang lagi menunggu observasi, dan mudah-mudahan juga bisa pulang hari ini. Semua yang dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo juga sudah kembali ke kediaman masing-masing," kata Khofifah.

Khofifah menekankan evaluasi terhadap pelaksanaan layanan makanan bergizi perlu dilakukan oleh seluruh SPPG di Jawa Timur. Perhatian terhadap proses pengolahan, waktu pengiriman, hingga waktu konsumsi menjadi bagian penting untuk memastikan keamanan makanan bagi seluruh penerima manfaat. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid