Jaga Warisan Subak, Kementerian PU Bangun Irigasi di 78 Lokasi Bali

Kamis, 25 Juni 2026 10:57 WIB
Ilustrasi: Subak in Jatiluwih Tourism Village (IDNVoice/Shutterstock-Tanya Keisha)
Ilustrasi: Subak in Jatiluwih Tourism Village (IDNVoice/Shutterstock-Tanya Keisha)

IDNVoice.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sistem subak di Bali sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menurut Dody, penguatan infrastruktur irigasi menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Infrastruktur irigasi yang andal dinilai mampu memberikan kepastian pasokan air bagi petani sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat.

"Program IBM (infrastruktur berbasis masyarakat) memiliki multiplier effect yang besar. Selain menghasilkan infrastruktur, juga memberikan penghasilan langsung kepada masyarakat melalui skema padat karya, sehingga mampu menggerakkan ekonomi lokal," kata Dody di Jakarta pada Kamis, 25 Juni 2026.

Sebagai bentuk komitmen memperkuat layanan irigasi pertanian, Kementerian PU mulai melaksanakan P3TGAI Tahun Anggaran 2026 di Bali. Program berbasis padat karya ini melibatkan petani secara langsung dalam pembangunan dan pengelolaan jaringan irigasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan program ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida dengan gabungan perkumpulan petani pemakai air (GP3A), perkumpulan petani pemakai air (P3A), serta subak penerima bantuan P3TGAI 2026.

Dody menjelaskan, pada 2026 program P3TGAI di Bali akan dilaksanakan di 78 lokasi yang tersebar di enam kabupaten. Kabupaten Gianyar menjadi wilayah dengan jumlah lokasi terbanyak, yakni 26 lokasi, disusul Kabupaten Bangli dan Kabupaten Tabanan masing-masing 17 lokasi. Sementara itu, Kabupaten Klungkung mendapat 9 lokasi, Kabupaten Jembrana 5 lokasi, dan Kabupaten Karangasem 4 lokasi.

P3TGAI sendiri merupakan program padat karya yang bertujuan meningkatkan layanan irigasi pertanian melalui rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi secara partisipatif dengan menempatkan petani sebagai pelaku utama.

Melalui pendekatan tersebut, program tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memperkuat kapasitas serta kemandirian kelembagaan petani dalam mengelola jaringan irigasi.

"Kegiatan yang dilaksanakan meliputi rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi kecil dengan luas layanan kurang dari 150 hektare, jaringan irigasi tersier, maupun irigasi desa," ujar Dody.

Ia menambahkan, infrastruktur yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan keandalan layanan air irigasi, termasuk saat musim kemarau, sehingga dapat mendukung peningkatan produksi pertanian dan efisiensi usaha tani.

Di Bali, pelaksanaan P3TGAI juga dirancang selaras dengan sistem subak yang telah lama menjadi kearifan lokal masyarakat dalam mengelola sumber daya air pertanian. Dukungan jaringan irigasi yang lebih andal dan efisien diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan subak sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi sektor pertanian terhadap tantangan perubahan iklim.

Melalui P3TGAI 2026, Kementerian PU tidak hanya membangun infrastruktur irigasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan dari tingkat desa. Dengan jaringan irigasi yang semakin baik dan pengelolaan air yang berkelanjutan, sektor pertanian Bali diharapkan menjadi lebih produktif, tangguh, serta mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid