IDNVoice.com - Warga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan jasad seorang bidan di saluran drainase di kawasan Jalur Pantai Utara (Pantura), Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur pada Sabtu malam. Polisi kini menyelidiki kasus tersebut sebagai dugaan tindak pembunuhan.
Korban diketahui bernama Murtafia Rafika Devi (34), warga Desa dan Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Jenazahnya ditemukan di saluran drainase sebelum akhirnya dievakuasi petugas ke rumah sakit untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kepala Polsek Banyuglugur, Ajun Komisaris Polisi Teguh Santoso, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Menurutnya, proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB.
“Iya benar jenazah korban sekitar pukul 21.00 WIB sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo,” kata Teguh di Situbondo pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Usai menerima laporan, personel Polsek Banyuglugur langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Polisi juga berkoordinasi dengan Tim Identifikasi (Inafis) Satuan Reserse Kriminal Polres Situbondo untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Tadi Tim Inafis Satreskrim Polres Situbondo juga telah melakukan olah TKP, kemudian jenazah korban dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Penyelidikan kini terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban serta menelusuri kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut.
Sementara itu, Direktur RSUD Besuki, dr. Imam Haryono, membenarkan bahwa Murtafia Rafika Devi merupakan salah satu tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari staf rumah sakit, korban masih sempat menjalankan tugasnya seperti biasa sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Berdasarkan informasi staf rumah sakit, korban masih masuk kerja pada Jumat, 5 Juni 2026 malam sebelum ditemukan meninggal dunia,” kata Imam.
Kasus kematian bidan muda tersebut kini menjadi perhatian masyarakat setempat. Polisi masih mengumpulkan sejumlah keterangan dan barang bukti guna mengungkap fakta di balik kematian korban yang ditemukan di drainase jalur Pantura tersebut. [DR]