Bandung Raya Hadapi Ancaman Darurat Sampah, TNI Siap Sulap Limbah Jadi Bahan Bakar

Jum'at, 05 Juni 2026 19:46 WIB
Rakor Penanganan Persampahan Serta Mitigasi Dampak Kemarau Panjang di Wilayah Jabar Tahun 2026 di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD) pada Kamis, 4 Juni 2026. (Instagram/Tangkapan Layar)
Rakor Penanganan Persampahan Serta Mitigasi Dampak Kemarau Panjang di Wilayah Jabar Tahun 2026 di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD) pada Kamis, 4 Juni 2026. (Instagram/Tangkapan Layar)

IDNVoice.com - Ancaman krisis kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan TPA Sarimukti diperkirakan hanya mampu menampung sampah selama enam bulan ke depan.

Hal tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Koordinasi Penanganan Persampahan dan Mitigasi Dampak Kemarau Panjang di Wilayah Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar di Mabes TNI AD pada Kamis, 4 Juni 2026.

Menurut Dedi, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan serius terutama bagi wilayah Bandung Raya yang selama ini bergantung pada TPA Sarimukti.

"Kota dan Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat terancam tidak dapat membuang sampah ke Sarimukti yang bakal penuh enam bulan ke depan," ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dedi mendukung pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis waste to fuel yang saat ini dikembangkan TNI. Teknologi tersebut memanfaatkan metode pirolisis untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Selain mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, teknologi tersebut dinilai dapat memberikan nilai tambah ekonomi dari limbah yang selama ini menjadi masalah lingkungan.

Dedi menilai pendekatan serupa juga perlu diterapkan di sejumlah kawasan lain seperti Cirebon Raya, Bogor Raya, dan Tasikmalaya.

Menurutnya, penanganan sampah harus dilakukan melalui dua pendekatan sekaligus, yakni pengurangan sampah dari sumbernya di tingkat rumah tangga dan pengembangan teknologi pengolahan sampah modern dalam jangka panjang.

"Upaya jangka pendek dengan sosialisasi pengurangan sampah sejak dari rumah tangga dan jangka panjang dengan memanfaatkan teknologi seperti waste to energy dan waste to fuel," katanya.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan TNI telah membangun fasilitas pengolahan sampah berbasis waste to fuel di sejumlah lokasi di Jawa Barat, termasuk di TPA Bantar Gebang, TPA Sumur Batu Bekasi, TPA Galuga Bogor, dan TPA Sarimukti.

Menurut Maruli, fasilitas waste to fuel di Sarimukti memiliki kemampuan mengolah sekitar 10 juta ton sampah atau hampir separuh dari total kapasitas timbunan sampah yang ada saat ini.

Selain itu, insinerator berkapasitas 800 ton per hari juga telah mulai beroperasi di kawasan Ciwastra, Kota Bandung sejak Mei 2026.

"Mau di Bogor, Tasik, Bandung, Karawang kita siap bangun waste to fuel. Tinggal kesiapan lahannya, pembangunan perlu waktu sekitar satu tahun," ujar Maruli.

Dalam APBD Perubahan 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan pengelolaan sampah sebagai salah satu prioritas bersama pembangunan jalan desa, penerangan jalan umum (PJU), dan penyediaan air bersih. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid