UMY Siapkan SMP Muhammadiyah Sapen Universal School Berstandar Cambridge, Target Dibuka 2028

Senin, 19 Oktober 2026 13:06 WIB
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). (IDNVoice/Gramedia)
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). (IDNVoice/Gramedia)

IDNVoice.com – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus memperluas kontribusinya di bidang pendidikan. Kali ini, UMY menyiapkan pembangunan SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) yang akan menerapkan sistem pendidikan berstandar Cambridge dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menyampaikan rencana tersebut saat peluncuran kegiatan penerimaan murid baru di Gedung SD MSUS, Gatak, Tamantirto, Kasihan, Bantul pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Achmad menegaskan, UMY serius mempersiapkan lembaga pendidikan baru tersebut. Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari perekrutan tenaga pengajar, penyusunan kurikulum, hingga penyediaan perangkat dan sarana pembelajaran.

"Guru sudah kami rekrut sejak dua bulan yang lalu. Jadi, kami sangat serius dengan lembaga pendidikan yang baru didirikan ini," ujar Achmad sebagaimana dikutip dari situs UMY pada Senin, 19 Oktober 2026.

Pembangunan gedung SMP MSUS dijadwalkan mulai pada 21 Oktober 2026. Sekolah tersebut akan berlokasi di Jalan Titi Bumi, Banyuraden, Gamping, Sleman, dengan estimasi waktu pembangunan sekitar delapan hingga sembilan bulan.

Pada penerimaan angkatan pertama, SMP MSUS menargetkan sebanyak 90 murid. Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi pilihan baru bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan dengan standar internasional.

UMY memastikan penerapan standar Cambridge di SMP MSUS tidak hanya terbatas pada pelaksanaan ujian internasional. Standar tersebut akan menjadi bagian dari keseluruhan sistem pendidikan, termasuk kurikulum, perangkat pembelajaran, serta penyediaan sarana dan prasarana sekolah.

"Standar Cambridge bukan hanya ujian Cambridge, tetapi keseluruhan standarnya," ucap Achmad.

Menurut dia, pemenuhan standar tersebut membutuhkan persiapan menyeluruh agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

"Karena itu, kurikulum, perangkat, sarana, dan prasarana distandarkan dengan standar Cambridge," katanya.

Dengan pendekatan tersebut, SMP MSUS dipersiapkan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang mengacu pada standar pendidikan internasional, sekaligus memperluas pilihan pendidikan bagi calon peserta didik di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Achmad menuturkan, pendirian SMP MSUS merupakan bagian dari upaya UMY memperluas peran dan kontribusinya di dunia pendidikan. Selama ini, UMY dikenal sebagai perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi, tetapi kini kontribusinya juga diarahkan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

"Kami berkontribusi tidak hanya pada pendidikan tinggi, tetapi juga pendidikan dasar dan pendidikan menengah," terang Achmad.

Ia juga menyoroti kecenderungan orang tua, terutama dari kalangan menengah atas, yang semakin mencari sekolah dengan standar pendidikan lebih tinggi daripada standar nasional.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan SMP MSUS. Melalui penerapan standar Cambridge, UMY berupaya menghadirkan alternatif pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan sistem pembelajaran berorientasi internasional.

Dengan pembangunan yang dijadwalkan dimulai pada Oktober 2026 dan target penerimaan awal sebanyak 90 murid, SMP MSUS diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pendidikan UMY di luar jenjang perguruan tinggi. [DR]



Reporter : Redaksi
Redaktur : Abdul Rahman Wahid