IDNVoice.com - Asosiasi Pemain Bola Basket Nasional Perempuan di Amerika Serikat (Women’s National Basketball Players Association/WNBPA) menegaskan komitmennya terhadap keadilan, kesetaraan, keberagaman, dan inklusivitas di tengah perdebatan mengenai keikutsertaan atlet transgender dalam olahraga perempuan.
Dalam laporan ESPN, Sabtu, WNBPA menyatakan nilai-nilai tersebut menjadi landasan yang menyatukan para anggota serikat sekaligus mendorong perlindungan terhadap olahraga perempuan.
"Nilai-nilai itu memungkinkan kami melindungi olahraga perempuan sekaligus menciptakan perubahan transformatif. Jadi kebencian, pelecehan, dan demonisasi terhadap siapa pun, termasuk transgender, hanya memicu ketakutan, perpecahan, dan kerugian," demikian pernyataan WNBPA dikutip Sabtu, 8 Agustus 2026.
WNBPA juga menegaskan tidak ingin menjadi alat politik dalam polemik mengenai olahraga perempuan yang berkembang menjadi isu politik di Amerika Serikat (AS).
Pernyataan tersebut muncul 17 hari setelah guard Indiana Fever, Sophie Cunningham, menyampaikan pandangannya mengenai keikutsertaan atlet transgender dalam olahraga perempuan.
Cunningham mengatakan dirinya tidak membenci transgender. Namun, ia menilai perlindungan terhadap perempuan dan anak perempuan, termasuk di ruang ganti dan arena kompetisi, tetap perlu menjadi perhatian.
Pernyataan tersebut kemudian memicu perhatian luas dan masuk ke dalam perdebatan politik di AS. Sejumlah pemain dan pelatih Women`s NBA (WNBA) turut menyuarakan pandangan terkait hak atlet transgender.
Center Seattle Storm, Stefanie Dolson, menjadi salah satu pemain yang menyatakan dukungan terhadap atlet transgender. Dukungan serupa juga disampaikan pelatih Minnesota Lynx, Cheryl Reeve.
Reeve bahkan menyebut perlindungan terhadap anak transgender sebagai persoalan hak asasi manusia. Menurut dia, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk berolahraga.
Di tengah perdebatan tersebut, WNBPA berupaya menempatkan isu keberagaman dan inklusivitas sebagai bagian dari perlindungan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam olahraga.
Organisasi tersebut menegaskan perbedaan pandangan tidak boleh berkembang menjadi kebencian, pelecehan, kekerasan, maupun tindakan yang mendemonisasi kelompok tertentu.
WNBPA juga mengajak para pemain dan penggemar untuk melaporkan setiap perilaku yang mengandung kebencian, kekerasan, atau pelecehan kepada petugas keamanan.
Sikap tersebut menunjukkan upaya WNBPA menjaga ruang olahraga tetap aman dan inklusif, sekaligus memastikan perdebatan mengenai kebijakan atlet transgender tidak berubah menjadi konflik antarkelompok. [DR]